Senin, 29 Juni 2026

Tensi Geopolitik Memanas Dorong Rupiah Melemah

- Senin, 06 Januari 2020 00:42 WIB
Tensi Geopolitik Memanas Dorong Rupiah Melemah

digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan kemarin, Jumat (3/1) kemarin tren positif rupiah pada akhir tahun kemarin diprediksi akan mulai berakhir. Kurs rupiah kembali melemah dan berada pada level Rp 13.390 per dollar As, atau melemah 0,27%.

Baca Juga:

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai pergerakan positif rupiah beberapa waktu ke belakang cenderung didasari sentimen eksternal. Oleh sebab itu, ketika sentimen perang dagang Amerika dengan China terjadi, rupiah bisa menguat. Namun ketika ada sentimen baru, rupiah bisa terkena dampaknya.

“Insiden geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika bisa jadi sentimen negatif untuk rupiah. Sentimen ini menimbulkan ketidakpastian, alhasil akan banyak yang pegang dollar dan imbasnya rupiah akan melemah,” jelas Lana.

Namun Lana menilai selama Iran dan Amerika belum mengambil aksi nyata, pelemahan hanya terjadi singkat. Ia menyebut dua hingga tiga hari.

Selain karena sentimen perang dagang Amerika dengan China, ekonom UOB Enrico Tanudwijaya melihat penguatan rupiah pada Desember dipengaruhi sebagian besar karena adanya capital inflow yang cukup signifikan ke pasar obligasi Indonesia.

“Indonesia sejauh ini masih menawarkan perbedaan imbal hasil baik nominal maupun riil yang cukup menarik untuk dibeli,” ujarnya.

Namun Enrico memperkirakan pergerakan rupiah akan terdepresiasi pada pekan depan. Berdasarkan hitungannya, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia berada di kisaran 2,6% dari GDP. Oleh sebab itu rupiah diprediksi akan bergerak depresiasi secara gradual terhadap dollar AS.

Enrico memproyeksikan rentang pergerakan rupiah pada esok hari berada di kisaran Rp 13.900 per dollar AS hingga Rp 14.123 per dollar AS. Sementara Lana memproyeksikan rupiah berada pada rentang Rp 14.000 per dollar AS hingga 14.050 per dollar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Komentar
Berita Terbaru