Selasa, 05 Mei 2026

Suku Bunga Dongkrak Rupiah Menguat

- Senin, 23 Desember 2019 00:04 WIB
Suku Bunga Dongkrak Rupiah Menguat

digtara.com | JAKARTA – Terkait Keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRRR) di level 5% membuat rupiah bergerak menguat.

Baca Juga:

Mengutip Bloomberg, di pasar spot, Jumat (20/12), rupiah menguat tipis 0,05% ke Rp 13.978 per dolar AS. Sementara, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,07% ke Rp 13.993 per dolar AS.

Analis PT Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan rupiah sedang mendapat momentum untuk menguat karena BI menahan suku bunga acuannya. Di sisi lain, Deddy melihat kini pelaku pasar mulai kembali menjadikan rupiah sebagai pilihan investasi di tengah isu pelemahan ekonomi global.

“Riset Goldman Sachs baru-baru ini menyampaikan negara investasi yang kini dituju pelaku pasar adalah Indonesia, hal ini berdampak positif ke nilai tukar rupiah,” kata Deddy.

Alhasil rupiah bergerak menguat, meski di AS santer terdengar kabar pemakzulan Presiden AS Donald Trump.

“Pelaku pasar tidak terlalu merespon berita pemakzulan Trump, Wall Street malah catat rekor, artinya pelaku pasar memang tertarik ke aset berisiko dan membuat mata uang emerging market, termasuk rupiah jadi diuntungkan,” kata Deddy.

Namun, untuk Senin (23/12), Deddy memproyeksikan pergerakan rupiah akan terbatas dan berpotensi melemah karena aksi ambil untung atau profit taking.

“Sebagian investor profit taking jelang libur Natal dan Tahun Baru,” kata Deddy.

Rupiah Deddy proyeksikan berada di rentang Rp 13.970 per dolar AS hingga Rp 14.000 per dolar AS.

Senada, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan rupiah masih bertahan menguat di bawah Rp 14.000 per dolar AS karena terpengaruh BI yang mempertahankan suku bunga acuan.

Jumat (20/12) malam, AS merilis data pertumbuhan ekonomi di kuartal III stagnan di 2,1%.

Josua memproyeksikan data AS yang dirilis baik bisa menahan laju penguatan rupiah saat ini. Rupiah pada Senin (23/12), Josua proyeksikan bergerak di rentang Rp 13.950 per dolar AS hingga Rp 14.010 per dolar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.440 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Konflik Global dan Harga Minyak

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.337 per Dolar AS, Sentimen Global Mulai Mereda

Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat

Rupiah Anjlok ke Rp17.346 per Dolar AS, Terburuk Sepanjang Sejarah dan Tekanan Global Menguat

Rupiah Melemah ke Rp17.326 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Tekan Kurs

Rupiah Melemah ke Rp17.326 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Tekan Kurs

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini 29 April 2026, Tertekan Sentimen Global

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini 29 April 2026, Tertekan Sentimen Global

Kurs Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Komentar
Berita Terbaru