Mata Uang Garuda Semakin Melemah
digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (29/11) pukul 11.30 WIB Rupiah makin melemah di hadapan dolar AS. rupiah bertengger di level Rp 14.113 per dolar AS.
Baca Juga:
Artinya rupiah hari ini sudah melemah 0,15% dari penutupan kemarin di level Rp 14.092 per dolar AS.
Rupiah kompak melemah bersama sederet mata uang Asia lain. Dolar Singapura, dolar Taiwan, rupee India, peso Filipina, hingga baht Thailand.
Won Korea Selatan menjadi yang paling loyo di hadapan USD dengan melemah 0,19%.
Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri memperkirakan rupiah masih bisa kembali melemah hari ini. Penyebabnya, ketidakpastian perang dagang antara AS dengan China masih berlanjut.
Terlebih Presiden AS Donald Trump menandatangani UU Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong. “Ini membuat pembicaraan kesepakatan dagang antara kedua negara yang hampir selesai makin rumit,” kata dia. Jika perang dagang kembali berkecamuk, kurs the greenback, yang merupakan aset lindung nilai, kembali di atas angin.
Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menambahkan, dari dalam negeri belum ada sentimen domestik yang mampu menopang mata uang Garuda.
Karena itu, dia memperkirakan rupiah kembali terdepresiasi dan bergerak di rentang Rp 14.060-Rp 14.115 per dollar AS. Sementara Reny memprediksi rupiah melemah dan bergerak di kisaran Rp 14.080-Rp 14.136 per dollar AS.
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Awal Pekan, Sentimen Global dan Data Ekonomi Jadi Penentu
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS