Rupiah Mendaki ke Level Rp14.135/U$D
digtara.com | JAKARTA – Akhirnya, meski melemah tipis pada pembukaan perdagangan, kurs rupiah spot menguat. Senin (14/10) pukul 8.33 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.135 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Di mana rupiah spot menguat tipis 0,02% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.138 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah menguat 0,20%.
“Rupiah bergerak dalam kisaran sempit dan relatif kurang responsif terhadap negosiasi AS-China jika dibandingkan dengan mata uang Asia Utara,” kata Terence Wu, FX strategist OCBC Singapura kepada Bloomberg.
Dia menambahkan bahwa jika ada hasil positif negosiasi dagang, rupiah akan tetap diuntungkan meski hanya tipis. Dirinya memperkirakan, kurs rupiah akan menguat mendekati Rp 14.000 dalam jangka pendek.
Penguatan rupiah ini terjadi meski dolar AS cenderung menguat terhadap mata uang utama dunia. Pagi ini, indeks dolar AS menguat ke 98,44.
Mayoritas mata uang Asia pun menguat menyambut kesepakatan parsial perdagangan antara AS dan China. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS dan China mencapai kesepakatan fase 1. Kesepakatan ini akan dikukuhkan dalam lima pekan ke depan.
Trump mengatakan bahwa kesepakatan bisa runtuh pada periode tersebut. Tapi, dia mengungkapkan keyakinan bahwa kesepakatan ini akan berlanjut.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed