Bursa Asia Bergerak Fluktuatif
Digtara.com | TOKYO – Penurunan Wall Street yang dipicu tanda-tanda awal perang dagang Amerika Serikat (AS)-China bisa mengganggu kinerja perusahaan memicu bursa saham Asia bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (18/7/2019) pagi.
Baca Juga:
Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun, sementara benchmark Jepang Nikkei turun 1,3% dan saham Australia turun 0,4%.
Sementara, pasar saham Korea Selatan turun 0,4%. Beberapa saat sebelumnya, Bank of Korea secara tak terduga memangkas suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, karena ketidakpastian dari perselisihan perdagangan dengan Jepang menambah kecemasan tentang prospek ekonomi.
Pada hari Rabu (17/7) Kemarin, tiga indeks acuan Wall Street jatuh karena laporan kinerja pendapatan yang lemah dari CSX Corp. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa kebuntuan sengketa perdagangan yang berlarut-larut antara AS dan China bisa melukai pendapatan perusahaan negeri Paman Sam.
Pada Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump terus menekan Beijing dengan ancaman untuk mengenakan tarif lagi pada barang-barang China senilai US$ 325 miliar.[kontan]
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham INCO, INDY, ISAT, dan OASA
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke 6.254, Ini Rekomendasi Saham BBRI, BUMI, BULL, dan TINS
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham CDIA hingga SMDR
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, ANTM, ASII, dan BRMS
IHSG Berpeluang Lanjut Menguat ke Area 6.203, ARCI hingga BMRI Masuk Rekomendasi Analis