Analis: Pidato Powell Kerek Rupiah Menguat
Digtara.com | JAKARTA – Kurs spot rupiah menguat 0,46% menjadi Rp 14.067 per dollar Amerika Serikat (AS) dikarenkan Testimoni Gubernur Federal Reserve Jerome Powell membuat rupiah perkasa. Kemarin. Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) naik 0,45% jadi Rp 14.089 per dollar AS.
Baca Juga:
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Desember 2025, Berpotensi Melemah di Tengah Sentimen The Fed
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 November 2025 Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS
- Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.621 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed dan Pertemuan Trump–Xi
Menurut Ekonom Pasar Uang Mandiri Sekuritas Reny Eka Putri mengatakan, pasar menilai pernyataan Powell bernada dovish, sehingga the greenback ditinggalkan. “Karena hal tersebut meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akhir bulan ini,” kata dia.
Suku bunga AS diekspektasikan turun, pasar obligasi Indonesia dapat momentum positif
Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, pemangkasan suku bunga AS berpotensi terjadi karena The Fed merespons kondisi ekonomi Negeri Paman Sam serta global.
“Saat ini ekonomi AS terancam perang dagang dan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia,” kata dia.
BI juga berpeluang ikut menurunkan suku bunga tahun ini, menyusul The Fed. Analis menilai, jika BI 7-day repo rate (BI 7-DRR) turun, dana asing bakal terus masuk.
Ibrahim memprediksi, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.030–Rp 14.110 per dollar AS. Sementara Reny menghitung, rupiah akan bergerak antara Rp 14.035–Rp 14.125 per dollar AS.[kontan]
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Desember 2025, Berpotensi Melemah di Tengah Sentimen The Fed
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 November 2025 Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.621 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed dan Pertemuan Trump–Xi
Prediksi Pergerakan Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 16 Oktober 2025
Rupiah Diprediksi Melemah, Terdorong Ketidakpastian Ekonomi AS dan Sinyal Pelonggaran The Fed