Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Ini Sentimennya
digtara.com -Rupiah hari ini, Kamis (17/9/2026), diperkirakan masih bergerak dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.690 hingga Rp17.750 per dolar AS.
Baca Juga:
Pergerakan rupiah tersebut terjadi ketika sejumlah mata uang Asia lainnya justru mencatat penguatan terhadap dolar AS.
Rupiah dan Won Jadi Mata Uang Asia yang Melemah
Pada perdagangan Rabu, rupiah dan won Korea Selatan menjadi dua mata uang Asia yang mengalami pelemahan.Rupiah turun 0,01 persen, sedangkan won Korea melemah 0,23 persen. Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya menguat.
Baht Thailand naik 0,05 persen, ringgit Malaysia menguat 0,25 persen, yuan China naik 0,06 persen, rupee India 0,01 persen, dan peso Filipina 0,16 persen.
Baca Juga:Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan sebesar 0,20 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, serta yen Jepang 0,06 persen.
Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.Pasar disebut memprediksi bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen.
Selain keputusan suku bunga, investor juga mencermati proyeksi ekonomi The Fed serta komentar Kevin Warsh terkait arah kebijakan suku bunga AS.
Sentimen tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Tantangan Fiskal Indonesia
Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan disiplin serta kredibilitas pengelolaan APBN.Suahasil menilai komitmen menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap penting untuk mempertahankan kepercayaan terhadap kondisi fiskal Indonesia.
"Komitmen menjaga defisit APBN di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) tetap penting untuk mempertahankan kepercayaan terhadap fiskal Indonesia. Namun, kondisi global yang masih ditandai mahalnya global duration dan permintaan domestik yang belum sepenuhnya kuat membutuhkan kehati-hatian dalam menentukan kecepatan konsolidasi," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (16/9/2026).
Utang Luar Negeri Indonesia Capai US$453,4 Miliar
Sentimen domestik lainnya berasal dari posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia.Bank Indonesia melaporkan ULN Indonesia mencapai US$453,4 miliar per Juli 2026. Posisi tersebut tumbuh 4,9 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Baca Juga:Pertumbuhan ULN terutama dipengaruhi peningkatan utang luar negeri sektor publik, sementara ULN swasta mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan pasar di tengah pergerakan rupiah dan dinamika ekonomi global.
Proyeksi Rupiah Kamis 17 September 2026
Untuk perdagangan Kamis (17/9/2026), Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.Dengan demikian, pelaku pasar akan mencermati keputusan dan komunikasi The Fed, pergerakan dolar AS, serta perkembangan kebijakan fiskal domestik sebagai sentimen utama rupiah hari ini.
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.710 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.650 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs ke Rp17.590 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Menguat ke Rp17.480, Sentimen Konsumen Jadi Pendorong