Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis (9/7/2026), dengan kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS. Sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri, diperkirakan masih membayangi pergerakan mata uang Garuda.
Baca Juga:
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu oleh memburuknya sentimen domestik setelah Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia pada Juni mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Penurunan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, mulai melambat.
"Berita mengenai potensi penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia dari emerging market menjadi frontier market oleh S&P Dow Jones juga memberikan tekanan terhadap rupiah," ujar Lukman, Rabu (8/7/2026).
Sentimen Global Masih Membayangi
Selain faktor domestik, pelaku pasar juga mencermati perkembangan dari Amerika Serikat, khususnya menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).Baca Juga:Dokumen tersebut dinilai akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed dalam beberapa waktu ke depan.
Apabila The Fed kembali menunjukkan sikap hawkish atau cenderung mempertahankan kebijakan moneter ketat, dolar AS berpotensi menguat sehingga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Investor Pantau Data Penjualan Ritel
Dari dalam negeri, perhatian investor selanjutnya tertuju pada rilis data penjualan ritel Indonesia yang dijadwalkan terbit dalam waktu dekat.
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah Berpeluang Menguat Pekan Ini, Data Ekonomi Domestik Jadi Penentu
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.990-Rp18.050 per Dolar AS
Rupiah Masih Berpotensi Tertekan, Investor Tunggu Data Ekonomi AS