IHSG Menguat ke Level 5.695, Saham CUAN hingga MBMA Pimpin Penguatan
digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan sejumlah saham unggulan, termasuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT).
Baca Juga:
Sebanyak 391 saham ditutup menguat, 263 saham melemah, dan 305 saham bergerak stagnan.
Di kelompok saham LQ45, penguatan terbesar dibukukan oleh CUAN yang melonjak 16,98% ke level Rp620. Posisi berikutnya ditempati MBMA yang naik 10,39% menjadi Rp510, disusul BRPT yang menguat 7,39% ke Rp1.380.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang bertambah 5,10% ke Rp4.330, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) naik 4,96% ke Rp2.540, serta PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) yang menguat 4,85% menjadi Rp540.
Sementara itu, beberapa saham berkapitalisasi besar masih mencatat pelemahan. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 6,76% ke Rp3.170, diikuti PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melemah 4,24% menjadi Rp22.025, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang terkoreksi 2,78% ke Rp875.
Baca Juga:
IHSG Masih Berpotensi Bergerak Fluktuatif
Untuk perdagangan Kamis (2/7/2026), tim riset MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dan belum sepenuhnya keluar dari tekanan.Secara teknikal, indeks diperkirakan masih berpotensi mengalami koreksi menuju area 5.472–5.540 sebagai bagian dari pola gelombang yang sedang berlangsung. Meski demikian, terdapat peluang terbentuknya awal penguatan baru apabila IHSG mampu mempertahankan momentum positif.
MNC Sekuritas menempatkan level support IHSG di 5.486 dan 5.317, sedangkan resistance berada di 6.007 dan 6.286.
Sementara itu, tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai tren IHSG pada awal semester II 2026 masih cenderung bearish.
Menurut analis, selama indeks belum mampu menembus area resistance di kisaran 5.735, tekanan jual masih berpotensi mendominasi pergerakan pasar. Adapun level support terdekat diperkirakan berada di sekitar 5.560.
Investor Pantau Data Ekonomi
Pelaku pasar pada perdagangan hari ini juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, seperti S&P Global Manufacturing PMI Indonesia, inflasi, dan neraca perdagangan yang dinilai menjadi indikator penting bagi kondisi ekonomi nasional.Dari eksternal, perhatian investor masih tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Disclaimer: Informasi ini disusun sebagai bahan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
IHSG Anjlok 3,05 Persen ke Level 5.643, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.820,79, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama
IHSG Diproyeksi Masih Tertekan pada Awal Pekan, Berpotensi Uji Level 5.723
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama