IHSG Diproyeksi Masih Tertekan pada Awal Pekan, Berpotensi Uji Level 5.723
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah terkoreksi cukup dalam sepanjang pekan lalu.
Baca Juga:
Secara mingguan, IHSG telah terkoreksi sebesar 4,55 persen dan mencapai target koreksi minimum yang sebelumnya diproyeksikan MNC Sekuritas.
Menurut analis MNC Sekuritas, secara teknikal posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada fase *wave (b)* dari *wave [iv]*, sehingga peluang koreksi lanjutan masih terbuka.
"Kami memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.723 hingga 5.784. Sementara itu, apabila terjadi penguatan jangka pendek, indeks diperkirakan hanya menguji area 5.912 hingga 5.937," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Minggu (28/6/2026).
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG sepanjang pekan lalu turun 4,55 persen, dari level 6.177,139 menjadi 5.896,134. Penurunan tersebut juga membuat IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.000.
Baca Juga:Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami penyusutan sebesar 4,51 persen menjadi Rp10.302 triliun, dibandingkan Rp10.788 triliun pada pekan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan aktivitas perdagangan selama sepekan juga mengalami perlambatan.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turun 22,95 persen menjadi 1,73 juta transaksi dari sebelumnya 2,24 juta transaksi.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 26,01 persen menjadi 25,18 miliar lembar saham dibandingkan 34,03 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Dari sisi nilai transaksi, rata-rata transaksi harian juga terkoreksi 29,13 persen menjadi Rp17,58 triliun, turun dari Rp24,80 triliun pada pekan sebelumnya.
Secara akumulatif sejak awal tahun 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp71,681 triliun, mencerminkan masih tingginya tekanan terhadap pasar saham domestik di tengah berbagai sentimen global dan domestik.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan bersikap hati-hati pada awal pekan sambil mencermati perkembangan sentimen eksternal maupun data ekonomi yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG.
IHSG Hari Ini 2 Oktober 2026: Berisiko Koreksi ke 5.850, Saham ASII hingga BMRI Jadi Sorotan
IHSG Hari Ini 1 Oktober 2026: GOTO, MEDC, hingga CUAN Kembali Melemah
IHSG Hari Ini 29 September 2026 Melemah 0,43%, GOTO dan AADI Jadi Beban
IHSG Hari Ini 29 September 2026 Melemah 1,51%, GOTO hingga INCO Tertekan
BEI Ubah Aturan Papan Pemantauan Khusus, Saham Kini Bisa Turun hingga Rp1