IHSG Ditutup Anjlok 3,54 Persen, Saham MEDC, DEWA, dan BRPT Jadi Pemberat Utama
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (19/5/2026) di tengah respons pasar terhadap asumsi RAPBN 2027 serta rencana kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui satu pintu.
Baca Juga:
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang level terendah 6.080,95 hingga tertinggi 6.378,81.
Nilai Transaksi Capai Rp18,27 Triliun
Dari sisi likuiditas, total nilai transaksi tercatat mencapai Rp18,27 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 33,63 miliar saham.
Frekuensi transaksi mencapai 2,121 juta kali dengan rincian:
Baca Juga:
- 91 saham menguat
- 700 saham melemah
- 168 saham stagnan
Saham Penyebab IHSG Anjlok
Sejumlah saham yang menjadi pemberat utama indeks, khususnya dari kelompok LQ45, antara lain:
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 14,84 persen ke Rp1.320
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) melemah 11,64 persen ke Rp334
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) anjlok 11,05 persen ke Rp1.530
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 9,32 persen ke Rp535
- PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melemah 11,85 persen ke Rp476
- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) turun 8,59 persen ke Rp2.660
Meski mayoritas saham terkoreksi, beberapa emiten masih mampu mencatat penguatan dan menahan pelemahan IHSG lebih dalam, di antaranya:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 2,49 persen ke Rp1.440
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) menguat 2,40 persen ke Rp4.170
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,36 persen ke Rp3.040
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 2,27 persen ke Rp6.750
- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) naik 1,39 persen ke Rp1.825
Pasar Soroti RAPBN 2027 dan Kebijakan Ekspor SDA
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut sentimen domestik masih mendominasi pergerakan pasar, terutama setelah pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR terkait target defisit anggaran tahun 2027.Dalam pemaparannya, pemerintah menargetkan defisit anggaran berada pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sementara asumsi dasar makro ekonomi RAPBN 2027 meliputi:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8–6,5 persen
- Inflasi: 1,5–3,5 persen
- Nilai tukar rupiah: Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5–7,3 persen
Kebijakan tersebut rencananya akan mulai diterapkan pada komoditas:
Baca Juga:
- CPO
- Batu bara
- Paduan besi
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham AADI, HRTA, MBMA, dan AMRT
IHSG Hari Ini 20 Mei 2026 Diprediksi Masih Melemah, Simak Rekomendasi Saham ANTM hingga TLKM
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR hingga INKP
IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham DEWA hingga INDY
IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis