Rabu, 24 Juni 2026

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)

Arie - Selasa, 27 Januari 2026 10:00 WIB
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026). Pergerakan rupiah masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik, meski secara umum rupiah diperkirakan berpeluang menguat sepanjang hari.

Baca Juga:

Mengacu data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah terdepresiasi 0,06 persen atau melemah 10 poin ke level Rp16.792 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat tipis 0,02 persen ke level 97,05.

Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS, dengan kecenderungan menguat.

Baca Juga:
Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026), rupiah ditutup menguat 38 poin ke level Rp16.782 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah, terutama terkait meningkatnya ketegangan geopolitik Amerika Serikat.

"Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait Greenland telah mengguncang pasar global. Retorika Trump mengenai kepentingan strategis AS di wilayah Arktik memperketat hubungan transatlantik dan memicu kekhawatiran dampak diplomatik serta ekonomi yang lebih luas," ujar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (27/1/2026).

Ketegangan AS–Kanada dan Ancaman Tarif

Ibrahim menambahkan, Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada. Trump berjanji akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut Kanada berpotensi menjadi "pelabuhan transit" bagi barang-barang China yang masuk ke AS. Ia bahkan memperingatkan bahwa China akan "memakan Kanada hidup-hidup" jika kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan.

Baca Juga:
Menanti Arah Kebijakan The Fed

Dari sisi kebijakan moneter, pasar juga mencermati hasil rapat Federal Reserve yang dijadwalkan berakhir pada Rabu waktu setempat. Pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuannya.

"Meskipun keputusan menahan suku bunga sebagian besar sudah diantisipasi pasar, investor akan fokus pada pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari sinyal waktu serta laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," kata Ibrahim.

Sentimen Domestik: Dukungan Bank Indonesia

Baca Juga:
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah BI yang aktif melakukan intervensi dinilai membantu menahan tekanan terhadap rupiah.

Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar offshore non-deliverable forward (NDF), domestic non-delivery forward (DNDF), hingga pasar spot valuta asing.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Komentar
Berita Terbaru