Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.792 per Dolar AS Hari Ini (27/1)
digtara.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026). Pergerakan rupiah masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik, meski secara umum rupiah diperkirakan berpeluang menguat sepanjang hari.
Baca Juga:
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS, dengan kecenderungan menguat.
Baca Juga:Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026), rupiah ditutup menguat 38 poin ke level Rp16.782 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah, terutama terkait meningkatnya ketegangan geopolitik Amerika Serikat.
"Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait Greenland telah mengguncang pasar global. Retorika Trump mengenai kepentingan strategis AS di wilayah Arktik memperketat hubungan transatlantik dan memicu kekhawatiran dampak diplomatik serta ekonomi yang lebih luas," ujar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (27/1/2026).
Ibrahim menambahkan, Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada. Trump berjanji akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut Kanada berpotensi menjadi "pelabuhan transit" bagi barang-barang China yang masuk ke AS. Ia bahkan memperingatkan bahwa China akan "memakan Kanada hidup-hidup" jika kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan.
Baca Juga:Menanti Arah Kebijakan The Fed
"Meskipun keputusan menahan suku bunga sebagian besar sudah diantisipasi pasar, investor akan fokus pada pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari sinyal waktu serta laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," kata Ibrahim.
Sentimen Domestik: Dukungan Bank Indonesia
Baca Juga:Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah BI yang aktif melakukan intervensi dinilai membantu menahan tekanan terhadap rupiah.
Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar offshore non-deliverable forward (NDF), domestic non-delivery forward (DNDF), hingga pasar spot valuta asing.
Rupiah Melemah ke Rp17.326 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Tekan Kurs
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini 29 April 2026, Tertekan Sentimen Global
Kurs Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Sentimen Global
Rupiah Hari Ini 24 April 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp17.340, Tertekan Konflik Global dan Harga Minyak