Rabu, 24 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 12 Desember 2025 Melemah di Rentang Rp16.670–Rp16.710 per Dolar AS

Arie - Jumat, 12 Desember 2025 08:27 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 12 Desember 2025 Melemah di Rentang Rp16.670–Rp16.710 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat, 12 Desember 2025, diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.670–Rp16.710 per dolar AS.

Baca Juga:

Mengutip data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (11/12/2025), rupiah justru menutup sesi dengan penguatan tipis sebesar 0,07 persen atau 12 poin ke level Rp16.688 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS tercatat turun 0,10 persen ke 98,68.

Pergerakan Mata Uang Asia

Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia juga menguat. Yen Jepang naik 0,01 persen, dolar Singapura naik 0,13 persen, peso Filipina menguat 0,40 persen, dan yuan China naik 0,12 persen.

Baca Juga:
Sementara itu, beberapa mata uang kawasan melemah. Dolar Taiwan turun 0,21 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,20 persen, dan rupee India melemah 0,48 persen.

Sentimen dari The Fed

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sejumlah sentimen global. Salah satunya keputusan The Federal Reserve (The Fed) yang kembali memangkas suku bunga menjadi 3,50 persen–3,75 persen, sesuai ekspektasi pasar. Level ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir.

Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan waktu untuk melihat dampak dari tiga kali pemotongan suku bunga sepanjang tahun 2025 terhadap perekonomian Amerika Serikat. Powell juga menegaskan bahwa data ekonomi yang akan masuk menjelang pertemuan The Fed berikutnya pada Januari 2026 akan diamati secara ketat.

Sentimen Dalam Negeri

Dari dalam negeri, Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dari 5 persen menjadi 4,9 persen. Untuk 2026, proyeksi juga direvisi dari 5,1 persen menjadi 5 persen.

Baca Juga:
Pemangkasan tersebut dipicu oleh tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah negara, termasuk negara berkembang di Asia, sehingga menimbulkan ketidakpastian perdagangan yang dapat menekan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Komentar
Berita Terbaru