Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp16.700 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya Hari Ini
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada rentang Rp16.700 hingga Rp16.740 pada Senin, 17 November 2025. Prediksi ini muncul di tengah dinamika ekonomi global serta tekanan dari arus modal asing yang terus keluar dari pasar keuangan Indonesia.
Baca Juga:
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut sentimen global menguat setelah adanya kesepakatan pengakhiran penutupan pemerintah Amerika Serikat. Investor kini menunggu rilis data ekonomi AS yang diperkirakan akan memperjelas arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Ibrahim menilai prospek kebijakan dovish The Fed menekan dolar AS dan menahan imbal hasil Treasury di level rendah. Kondisi ini turut menahan penurunan harga komoditas logam.
Baca Juga:Dari dalam negeri, rupiah mendapat dukungan dari arah kebijakan pemerintah yang menempatkan disiplin fiskal dan stabilitas makro sebagai landasan utama penguatan ekonomi pada 2025. Kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto disebut mendorong proyeksi pertumbuhan nasional di kisaran 5 hingga 5,8 persen.
Menurut Ibrahim, kombinasi kehati-hatian fiskal, pengendalian inflasi, dan ekspansi industri jangka panjang menjadikan Indonesia salah satu negara dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi terbaik di kawasan Asia.
Inflasi dalam negeri juga diperkirakan tetap terkendali, dengan inflasi inti berada pada kisaran 2,5 hingga 3,2 persen. Ini mencerminkan kebijakan moneter Bank Indonesia yang stabil serta terjaganya rantai pasok nasional.
Secara historis, rupiah mencatat pelemahan sebesar 0,62 persen dalam satu bulan terakhir, 3,54 persen dalam tiga bulan terakhir, dan 0,86 persen dalam enam bulan terakhir. Pelemahan ini salah satunya dipicu oleh derasnya arus modal asing keluar dari pasar keuangan Indonesia.
Bank Indonesia mencatat outflow modal asing mencapai Rp184,09 triliun year to date hingga 13 November 2025. Rinciannya, jual neto Rp37,24 triliun di pasar saham, Rp140,40 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia, dan Rp6,45 triliun di Surat Berharga Negara.
Baca Juga:Sejalan dengan kondisi tersebut, premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun berada di level 73,51 basis poin per 13 November, lebih tinggi dibandingkan 76,05 basis poin pada 7 November. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun stabil di level 6,12 persen pada Jumat, 14 November 2025. Sebagai pembanding, yield US Treasury tenor 10 tahun berada di level 4,119 persen pada Kamis, 13 November 2025.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, Diproyeksi Melemah ke Rp16.780
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 25 Februari 2026 Diproyeksi Melemah, Tertekan Sentimen Global dan APBN
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Februari 2026, Bergerak di Rentang Rp16.750–Rp16.900
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 23 Februari 2026 Diprediksi Melemah, Ini Sentimennya