Minggu, 31 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp16.603 per Dolar AS, Rabu 15 Oktober 2025

Arie - Rabu, 15 Oktober 2025 08:25 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp16.603 per Dolar AS, Rabu 15 Oktober 2025
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah dibuka fluktuatif dan ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025, seiring penguatan indeks dolar dan meningkatnya kekhawatiran pasar atas tensi dagang AS–China.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup terdepresiasi 0,18% atau 30 poin ke level Rp16.603 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,13% ke posisi 99,39.

Sejumlah mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Dolar Taiwan terdepresiasi 0,22%, won Korea Selatan melemah 0,58%, rupee India 0,18%, yuan China 0,14%, ringgit Malaysia 0,05%, dan baht Thailand 0,44%.

Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,13% dan dolar Hong Kong naik tipis 0,06%.

Baca Juga:
Ketegangan Dagang dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah

Dikutip dari Reuters, Chief Market Strategist Bannockburn Capital Markets Marc Chandler menilai pelaku pasar masih mewaspadai ketegangan dagang antara AS dan China, meski secara faktual eskalasinya belum meningkat.

Sementara itu, Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dalam pernyataannya pada Selasa (14/10/2025) menyebut bahwa kinerja pasar tenaga kerja AS pada September lebih kuat dari perkiraan, sehingga memperkuat asumsi pasar terhadap ekonomi AS yang masih solid.

Namun, Powell juga memberikan sinyal bahwa pemangkasan suku bunga acuan masih menjadi opsi dalam pertemuan FOMC Oktober 2025, tergantung pada perkembangan data ekonomi selanjutnya.

Proyeksi Ibrahim: Rupiah di Kisaran Rp16.600–Rp16.650

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berada di kisaran Rp16.600–Rp16.650 per dolar AS sepanjang hari ini.

Baca Juga:
Menurutnya, sentimen global yang membayangi rupiah berasal dari dinamika perang tarif antara AS dan China.

"Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan akhir bulan ini. Washington dan Beijing masih terus berunding untuk kemajuan perdagangan lebih lanjut," kata Ibrahim.

Selain itu, pasar juga menantikan pernyataan lanjutan Powell dalam diskusi kebijakan moneter di Pertemuan Tahunan Asosiasi Ekonomi Bisnis Nasional di Philadelphia malam ini waktu setempat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan

BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru