Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp16.603 per Dolar AS, Rabu 15 Oktober 2025
digtara.com - Nilai tukar rupiah dibuka fluktuatif dan ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 15 Oktober 2025, seiring penguatan indeks dolar dan meningkatnya kekhawatiran pasar atas tensi dagang AS–China.
Baca Juga:
Sejumlah mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Dolar Taiwan terdepresiasi 0,22%, won Korea Selatan melemah 0,58%, rupee India 0,18%, yuan China 0,14%, ringgit Malaysia 0,05%, dan baht Thailand 0,44%.
Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,13% dan dolar Hong Kong naik tipis 0,06%.
Baca Juga:Ketegangan Dagang dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah
Dikutip dari Reuters, Chief Market Strategist Bannockburn Capital Markets Marc Chandler menilai pelaku pasar masih mewaspadai ketegangan dagang antara AS dan China, meski secara faktual eskalasinya belum meningkat.
Sementara itu, Ketua The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dalam pernyataannya pada Selasa (14/10/2025) menyebut bahwa kinerja pasar tenaga kerja AS pada September lebih kuat dari perkiraan, sehingga memperkuat asumsi pasar terhadap ekonomi AS yang masih solid.
Proyeksi Ibrahim: Rupiah di Kisaran Rp16.600–Rp16.650
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi pergerakan rupiah akan tetap fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berada di kisaran Rp16.600–Rp16.650 per dolar AS sepanjang hari ini.
Baca Juga:Menurutnya, sentimen global yang membayangi rupiah berasal dari dinamika perang tarif antara AS dan China.
"Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan bahwa Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan akhir bulan ini. Washington dan Beijing masih terus berunding untuk kemajuan perdagangan lebih lanjut," kata Ibrahim.
Selain itu, pasar juga menantikan pernyataan lanjutan Powell dalam diskusi kebijakan moneter di Pertemuan Tahunan Asosiasi Ekonomi Bisnis Nasional di Philadelphia malam ini waktu setempat.
Pasar menilai prospek ekonomi nasional tetap positif berkat pertumbuhan yang solid, inflasi terkendali, dan kinerja ekspor yang membaik di tengah tren penurunan suku bunga global.
Lembaga International Monetary Fund (IMF) juga merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2025.
Baca Juga:Untuk Indonesia, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 4,8% dari sebelumnya 4,7%, mencerminkan optimisme terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan fiskal pemerintah.
Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik
Rupiah 15 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS Hari Ini 13 April 2026, Dipicu Geopolitik dan The Fed
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.140 per Dolar AS, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar