Jumat, 27 Februari 2026

Bank BUMN Seragamkan Bunga Deposito Dolar AS Jadi 4%, Strategi Perkuat Rupiah

Arie - Kamis, 25 September 2025 11:06 WIB
Bank BUMN Seragamkan Bunga Deposito Dolar AS Jadi 4%, Strategi Perkuat Rupiah
net
Ilustrasi.

digtara.com - Bank-bank milik negara (BUMN) bersiap menaikkan suku bunga deposito Dolar AS (USD) menjadi 4% per tahun, efektif mulai 5 November 2025. Langkah ini diambil untuk menarik kembali cadangan devisa ke dalam negeri sekaligus meredam pelemahan Rupiah.

Baca Juga:

Kebijakan tersebut berlaku untuk semua tingkatan saldo dan tenor hingga 12 bulan, sehingga nasabah pemegang dolar diharapkan lebih tertarik menempatkan dananya pada sistem perbankan nasional ketimbang disimpan di luar negeri.

Respon terhadap Rupiah yang Melemah

Hingga Rabu (24/9/2025), Rupiah melemah 2,53% secara year-to-date dan 1,64% month-to-date terhadap USD. Kondisi ini mendorong Menteri Keuangan meminta perbankan BUMN menjaga agar dolar tetap berada di dalam negeri (onshore).

Baca Juga:
"Dengan imbal hasil deposito USD yang lebih tinggi, insentif bagi pemegang dolar untuk menyimpannya di bank domestik akan meningkat," kata seorang pejabat perbankan.

Tarif Minimum Diseragamkan

Saat ini, bunga deposito USD di bank-bank BUMN masih bervariasi:

  • BRI: 4,5% – 5%
  • BNI: sekitar 4%
  • Mandiri: 3% (dengan tarif khusus bisa 5%–5,3%)
Dengan keputusan baru, seluruh bank BUMN akan memiliki bunga minimum seragam di level 4%, meski penawaran spesial masih dimungkinkan.

Sebagai perbandingan, bunga deposito Rupiah jauh lebih rendah:

  • BRI: 1,25% – 2%
  • BNI & Mandiri: 0,75% – 1,75%
Dampak pada Biaya Pendanaan

Baca Juga:
Kenaikan bunga deposito USD diperkirakan menambah beban biaya pendanaan (funding costs), terutama bagi bank BUMN dengan eksposur besar pada simpanan valuta asing:

  • BNI: 20% dari total deposito
  • Mandiri: 19%
  • BRI: 15%
  • BTN: 4%
Di sisi lain, kondisi likuiditas valuta asing sedang ketat, terlihat dari rasio pinjaman terhadap deposito (FX Loan-to-Deposit Ratio / LDR):

  • Mandiri: 99%
  • BNI: 85%
  • BRI: 65%
Meski menekan margin bank, kebijakan ini dinilai strategis untuk meningkatkan pasokan likuiditas dolar domestik dan menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

Dengan bunga seragam 4% per tahun, bank-bank BUMN diharapkan mampu membendung aliran dolar keluar negeri sekaligus memperkuat daya tahan Rupiah di tengah gejolak global.


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, Diproyeksi Melemah ke Rp16.780

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 27 Februari 2026, Diproyeksi Melemah ke Rp16.780

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 25 Februari 2026 Diproyeksi Melemah, Tertekan Sentimen Global dan APBN

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 25 Februari 2026 Diproyeksi Melemah, Tertekan Sentimen Global dan APBN

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Februari 2026, Bergerak di Rentang Rp16.750–Rp16.900

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Februari 2026, Bergerak di Rentang Rp16.750–Rp16.900

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 23 Februari 2026 Diprediksi Melemah, Ini Sentimennya

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 23 Februari 2026 Diprediksi Melemah, Ini Sentimennya

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 19 Februari 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp16.920 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 19 Februari 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp16.920 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru