Rabu, 24 Juni 2026

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 21 Juli 2025: Waspadai Pelemahan di Tengah Ketidakpastian Global

Arie - Senin, 21 Juli 2025 08:17 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 21 Juli 2025: Waspadai Pelemahan di Tengah Ketidakpastian Global
bisnis.com
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 21 Juli 2025: Waspadai Pelemahan di Tengah Ketidakpastian Global

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan mengalami fluktuasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Senin (21/7/2025).

Baca Juga:

Berdasarkan proyeksi analis dan tren pasar akhir pekan lalu, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.280 hingga Rp16.330 per dolar AS.

Data Bloomberg mencatat, rupiah ditutup menguat tipis pada Jumat (18/7/2025), naik 44 poin atau 0,27% ke posisi Rp16.296 per dolar AS.

Namun, potensi penguatan tersebut dipandang hanya sementara, seiring tekanan eksternal yang masih kuat dan ketidakpastian kebijakan moneter global, khususnya dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Kinerja Mata Uang Asia: Variatif di Tengah Tekanan Dolar

Tidak hanya rupiah, sebagian besar mata uang Asia menunjukkan kinerja beragam terhadap dolar AS pada akhir pekan lalu.

Yen Jepang tercatat melemah tipis 0,07%, sementara sebagian mata uang kawasan justru menguat:

- Dolar Hong Kong: +0,01%

- Dolar Singapura: +0,16%

- Dolar Taiwan: +0,13%

- Won Korea Selatan: +0,01%

- Peso Filipina: +0,13%

- Yuan China: +0,05%

- Ringgit Malaysia: +0,08%

- Baht Thailand: +0,40%

Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia, ditutup melemah 0,36% ke level 98,37.

Prediksi Pelemahan: Analis Soroti Sentimen The Fed dan Ketegangan Politik AS

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa rupiah akan menghadapi tekanan meskipun bergerak secara fluktuatif. Ia menyebut potensi pelemahan hingga kisaran Rp16.330 per dolar AS akibat kombinasi faktor global dan domestik.

"Adapun untuk perdagangan Senin ini, kami memperkirakan rupiah tetap dalam tekanan. Rentang pergerakannya antara Rp16.280–Rp16.330 per dolar AS, dan kemungkinan akan ditutup melemah," ujar Ibrahim, Jumat (18/7/2025).

Salah satu penyebab utama adalah hasil data inflasi AS yang sedikit melampaui ekspektasi pasar.

Indeks Harga Konsumen (IHK) AS menunjukkan tekanan harga masih ada, sehingga mendorong The Fed bersikap lebih hati-hati terhadap wacana penurunan suku bunga.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Komentar
Berita Terbaru