Jumat, 04 September 2026

Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal

Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP)
Ahsan Fauzi - Senin, 13 Oktober 2025 09:03 WIB
Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal
Dok pribadi
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jateng Asrar
digtara.com -Anggota DPRD Provinsi Jateng Asrar menolak Rencana proyek geothermal oleh pemerintah pusat di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Kecamatan Jenawi, Karanganyar.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan, politikus Partai Demokrat ini menilai, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) itu dikhawatirkan akan merusak ekosistem alam di Gunung Lawu. Padahal selama ini, ekosistem di gunung tersebut sudah terjaga.

Baca Juga:

"Gunung Lawu bukan sekadar tumpukan batu. Melainkan pusat budaya, spiritual dan warisan leluhur Jawa yang harus dijaga keutuhannya," kata wakil rakyat dari Dapil VI Jateng (Karanganyar, Wonogiri, Sragen) melalui rilisnya, Senin (13/10/2025)

"Ada nilai historis, sosial, budaya dan spiritual yang melekat di Gunung Lawu. Kami menolak rencana proyek geothermal, karena ini bukan hanya soal kerusakan alam yang akan ditimbulkan. Tapi juga soal sejarah panjang, sosial, budaya dan spiritual tanah Jawa," tandas Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng ini.

Menurut Asrar, proyek dari Kementerian ESDM itu juga menjadi ancaman terhadap candi dan warisan budaya yang ada di Gunung Lawu. Ia mengaku, penolakan ini juga didorong oleh kekayaan warisan budaya di lereng Lawu sisi Karanganyar.

Asrar membeber, di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso dan Jenawi itu, terdapat banyak artefak maupun candi yang masih berdiri kokoh. Seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, yang merupakan candi Hindu bercorak punden berundak dari akhir masa Majapahit.

"Pembangunan proyek geothermal berisiko mengganggu situs-situs bersejarah, yang orientasinya menghadap ke puncak Lawu sebagai wujud penghormatan," tandas anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jateng ini.

Asrar menambahkan, Gunung Lawu adalah pusaka spiritual yang mengikat pada sejarah dan tradisi.

"Eksploitasi alam di kawasan sakral hanya akan merusak interaksi harmonis antara manusia, alam dan warisan leluhur. Kami berharap, pemerintah pusat mempertimbangkan kembali rencana proyek geothermal tersebut, dengan melihat aspek sejarah, sosial, budaya dan spiritual yang ada," imbuhnya. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB

Rony Yuwono Resmi Nahkodai PWI Kabupaten Semarang, Persatuan Jadi Prioritas

Rony Yuwono Resmi Nahkodai PWI Kabupaten Semarang, Persatuan Jadi Prioritas

Diduga Cabuli Remaja Wanita dan Sempat Kabur, Pria Asal Demak Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT

Diduga Cabuli Remaja Wanita dan Sempat Kabur, Pria Asal Demak Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT

Brimob Polda Jawa Tengah Hadirkan Mobil Penyedia Air Bersih Bagi Warga Korban Gempa di Manggarai Timur

Brimob Polda Jawa Tengah Hadirkan Mobil Penyedia Air Bersih Bagi Warga Korban Gempa di Manggarai Timur

LAZ GERAKIN Konsolidasi di Jateng, Bidik Potensi ZIS Rp1 Triliun

LAZ GERAKIN Konsolidasi di Jateng, Bidik Potensi ZIS Rp1 Triliun

Aneka Bantuan dari Polda Jawa Tengah Segera Disalurkan Bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Aneka Bantuan dari Polda Jawa Tengah Segera Disalurkan Bagi Warga Terdampak Gempa NTT

Komentar
Berita Terbaru