Senin, 20 Juli 2026

Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal

Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP)
Ahsan Fauzi - Senin, 13 Oktober 2025 09:03 WIB
Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal
Dok pribadi
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jateng Asrar
digtara.com -Anggota DPRD Provinsi Jateng Asrar menolak Rencana proyek geothermal oleh pemerintah pusat di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Kecamatan Jenawi, Karanganyar.

Penolakan tersebut bukan tanpa alasan, politikus Partai Demokrat ini menilai, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) itu dikhawatirkan akan merusak ekosistem alam di Gunung Lawu. Padahal selama ini, ekosistem di gunung tersebut sudah terjaga.

Baca Juga:

"Gunung Lawu bukan sekadar tumpukan batu. Melainkan pusat budaya, spiritual dan warisan leluhur Jawa yang harus dijaga keutuhannya," kata wakil rakyat dari Dapil VI Jateng (Karanganyar, Wonogiri, Sragen) melalui rilisnya, Senin (13/10/2025)

"Ada nilai historis, sosial, budaya dan spiritual yang melekat di Gunung Lawu. Kami menolak rencana proyek geothermal, karena ini bukan hanya soal kerusakan alam yang akan ditimbulkan. Tapi juga soal sejarah panjang, sosial, budaya dan spiritual tanah Jawa," tandas Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng ini.

Menurut Asrar, proyek dari Kementerian ESDM itu juga menjadi ancaman terhadap candi dan warisan budaya yang ada di Gunung Lawu. Ia mengaku, penolakan ini juga didorong oleh kekayaan warisan budaya di lereng Lawu sisi Karanganyar.

Asrar membeber, di Kecamatan Tawangmangu, Ngargoyoso dan Jenawi itu, terdapat banyak artefak maupun candi yang masih berdiri kokoh. Seperti Candi Sukuh dan Candi Cetho, yang merupakan candi Hindu bercorak punden berundak dari akhir masa Majapahit.

"Pembangunan proyek geothermal berisiko mengganggu situs-situs bersejarah, yang orientasinya menghadap ke puncak Lawu sebagai wujud penghormatan," tandas anggota Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jateng ini.

Asrar menambahkan, Gunung Lawu adalah pusaka spiritual yang mengikat pada sejarah dan tradisi.

"Eksploitasi alam di kawasan sakral hanya akan merusak interaksi harmonis antara manusia, alam dan warisan leluhur. Kami berharap, pemerintah pusat mempertimbangkan kembali rencana proyek geothermal tersebut, dengan melihat aspek sejarah, sosial, budaya dan spiritual yang ada," imbuhnya. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PGI Kota Semarang Resmi Dilantik, Prioritaskan Pembinaan Atlet Muda dan Target Sapu Bersih Medali Porprov

PGI Kota Semarang Resmi Dilantik, Prioritaskan Pembinaan Atlet Muda dan Target Sapu Bersih Medali Porprov

Ketua KONI Kota Semarang Optimistis PGI 2026-2030 Mampu Cetak Prestasi dan Regenerasi Atlet

Ketua KONI Kota Semarang Optimistis PGI 2026-2030 Mampu Cetak Prestasi dan Regenerasi Atlet

Petugas Haji 2026 Ramah-ramah, Top Banget Pelayanannya

Petugas Haji 2026 Ramah-ramah, Top Banget Pelayanannya

Tukang Tambal Ban Asal Semarang Dapat Bantuan dari UEA. Wamenhaj: Pak Haji Sulaji Adalah Potret Ketulusan dan Pekerja Keras Masyarakat Indonesia

Tukang Tambal Ban Asal Semarang Dapat Bantuan dari UEA. Wamenhaj: Pak Haji Sulaji Adalah Potret Ketulusan dan Pekerja Keras Masyarakat Indonesia

Jemaah Asal Blora Apresiasi Pelayanan Haji, Fasilitas Transportasi di Kota Makkah Memudahkan Mobilitas Jemaah

Jemaah Asal Blora Apresiasi Pelayanan Haji, Fasilitas Transportasi di Kota Makkah Memudahkan Mobilitas Jemaah

Rela Jual Sawah Untuk Naik Haji, Doa Ingin Dapat Jodoh

Rela Jual Sawah Untuk Naik Haji, Doa Ingin Dapat Jodoh

Komentar
Berita Terbaru