Abaikan Maklumat Kapolri, Anggota DPRD DS Malah ‘Tebar Pesona’
digtara.com – Beberapa hari lalu anggota DPRD Deliserdang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) justru mengumpulkan massa di ruang terbuka dalam rangka membagikan sembako diduga tebar pesona.
Baca Juga:
Hal ini tentu melanggar Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19).
Dalam maklumat tersebut Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis melarang kegiatan yang menjadikan berkumpulnya massa, termasuk bagi-bagi sembako. Salah seorang anggota DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi, bahkan membagikan foto-foto kegiatan tersebut di akun Facebook-nya.
Aktivitis HMI Deli Serdang, Taufiq Hidayah Tanjung, mengkritik keras sikap dari wakil rakyat tersebut, yang berpotensi membuat penyebaran COVID-19 semakin masif.
Saat ini sangat rentan terjadi penyebaran COVID-19 di tempat-tempat berkumpulnya massa, sehingga polisi selalu membubarkan kerumunan orang termasuk acara hajatan.
“Saat ini pemerintah sedang berupaya keras memutus mata rantai penyebaran corona yang sudah memakan puluhan korban jiwa di Indonesia. Work from home sampai social distancing merupakan salah satu upaya untuk menghambat penyebaran. Ini kok anggota dewan malah mengumpulkan orang dalam jumlah banyak,” ujar Taufiq di Lubuk Pakam.
Apapun motif dari oknum anggota dewan tersebut, Taufiq menilai cara yang mereka lakukan keliru dan bertentangan dengan semangat pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Niat yang baik jika dilakukan dengan cara yang buruk niscaya hasilnya tidak baik. Kita apresiasi bantuan tersebut, namun mengapa sembako itu tidak diberikan door to door kepada masyarakat.
Artinya, janganlah cari panggung dari bencana ini. Ayo sama-sama kita perangi corona, minimal dari kita sendiri dengan tidak berkumpul dan tetap bertahan di rumah. Kasih rakyat jika hanya dijadikan komoditi politik.
Sementara Ketua PPP Deli Serdang, Waluyohadi mengatakan, kegiatan ini merupakan instruksi partai dan akan dilakukan di seluruh kecamatan di Deliserdang.
Ketika ditanya mengenai pengumpulan orang dalam jumlah banyak yang rawan penyebaran COVID-19, ia justru terkesan menyalahkan masyarakat karena berbondong-bondong menghadiri kegiatan tersebut.
“Namanya masyarakat, kalau tau ada bagi-bagi sembako, semua datang,” tegasnya.[analisa]
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan