Jumat, 27 Februari 2026

Bayi Berusia Lima Bulan di Kupang Meninggal Dunia Usia Diimunisas

Imanuel Lodja - Rabu, 04 Maret 2020 13:56 WIB
Bayi Berusia Lima Bulan di Kupang Meninggal Dunia Usia Diimunisas

digtara.com | KUPANG – Seorang bayi berusia lima bulan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia beberapa jam setelah menjalani imunisasi di Posyandu setempat.

Baca Juga:

Insiden itu terjadi pada Selasa 3 Maret 2020 siang. Awalnya kedua orangtua bayi itu membawa sang bayi ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi Polio 4. Vaksin itu disuntikkan pada paha sebelah kanan.

“Kami ke posyandu pukul 10.00 WITA. Anak saya sehat-sehat, suami saya bawa anak saya yang baru 2 tahun dan anak saya yang meninggal ini,” kata ibu sang bayi ,Mathelda Sipa Anone, Rabu (4/3/2020).

Kader kesehatan Desa Oebelo, Sefriana Messakh Anin (44) yang juga berada di Posyandu menyebutkan bidan bidang vaksin yang menyuntikan vaksin ke tubuh korban adalah Welhemina Dae. Saat itu ia didampingi ahli gizi dari Puskesmas Tarus.

Karena korban menangis, ibu korban,  Matheda memilih pulang ke rumah beserta suami.

“Anak saya yang bungsu ini menangis, jadi anak saya yang satu tidak jadi imunisasi dan kami pulang ke rumah,” paparnya.

Tiba di rumah sekitar pukul 11.00 Wita, Matheda membaringkan anaknya di dalam kamar dan suaminya yang bertugas menjaga korban.

Saat korban telah tertidur, ayah korban memilih untuk membersikan rumput liar di halaman belakang rumah.

“Saya tidurkan anak di dalam kamar dan siapkan makan siang, karena kami belum masak,” jelasnya.

Matheda sempat menengok korban dalam kamar dan melihat putri kecilnya yang semula menangis ternyata tertidur lelap.

Matheda pun segera memasak dan juga memanaskan air untuk mengompres luka bekas vaksin.

Hingga pukul 14.00 Wita, Mathelda merasa aneh karena sang bayi tidak bangun dari tidurnya.

Matheda pun berusaha membangunkan bayinya untuk menyusui anaknya.

Namun ia sangat terkejut karena mendapati tubuh anaknya telah kaku.

Ia mendapati tangan dan kuku kaki serta kuku tangan sudah membiru.

Ia pun langsung menghubungi warga sekitar dan ketua RT, Stefanus Faot (44) terkait kejadian tersebut.

Tidak berselang lama setelah ditemukan meninggal, terdapat busa berwarna putih yang keluar dari mulut korban.

“Saya juga kaget, ada busa warna putih yang keluar dari mulut anak saya,” katanya menahan tangis.

Ketua RT 17 RW 007 Dusun 4 Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Stefanus Faot (54) mengaku kaget mendapati kejadian tersebut.

Saat diberitahu, ia langsung memegang jenazah korban untuk memastikan apakah korban masih hidup atau tidak.

“Saya lihat bayi ini sudah kaku, saya pegang tangannya tapi sudah kaku, saya bilang ini sudah meninggal,” ungkapnya.

Tidak hanya busa berwarna putih yang keluar dari mulut korban setelah beberapa jam ditemukan meninggal, Stefanus juga menemukan jari tangan dan kaki korban juga menghitam.

Stefanus juga langsung menghubungi Sekertaris Desa Oebelo, Izak Z. Tode untuk memberitahukan kejadian tersebut.

Tidak lama berselang, hadir Kapospol Desa Oebelo, Bhabinkamtibmas, Plt Kepala Desa Oebelo dan bidan yang saat itu melayani di posyandu, Ruth Pasaribu dan bidan Sasia Oliveira dari Desa Oebelo yang saat itu berada di Posyandu.

Ayah korban, Marten Sipa dan paman korban langsung menuju Polres Kupang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Namun, saat berada di Polres Kupang, pihak keluarga diinformasikan bahwa untuk melakukan penyelidikan harus dilakukan visum dan jika belum menemukan penyebab kematian korban maka akan dilakukan autopsi terhadap jenazah bayi.

Keraba lt korban menyepakati untuk tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum dan menandatangani surat pernyataan. “Keluarga takut korban tubuhnya dibedah,” ujarnya mengenai alasan penolakan otopsi.

Pihak keluarga berharap kejadian tersebut dapat diusut dan diselidiki oleh pihak terkait sehingga para orangtua tidak takut untuk ke posyandu dan melakukan imunisasi.

Di lain sisi, kejadian tersebut, kata Stefanus, menjadi pembelajaran bagi para petugas medis untuk lebih profesional dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat.

“Khususnya untuk petugas medis benar-benar menjalankan tugas lebih baik,” katanya.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru