Penyebab Kematian Pegawai PLN Diragukan, Keluarga Minta Eksomasi

digtara.com | KUPANG – Keluarga Paulus Jacob Ardian Lerrick alias Polce (36) meragukan kematian Polce. Mereka pun meminta dilakukan otopsi.
Baca Juga:
Polisi kemudian menggelar eksomasi, Senin (2/3/2020) dengan menggali kubur korban dan membedah tubuh korban. Korban Polce yang juga pegawai PLTD Tenau PLN Kupang ini meninggal pada Senin (30/12/2019) lalu dan dikuburkan pada Rabu (1/1/2020).
Jenazah Polce dimakamkan di halaman rumah orang tuanya di Jalan Asoka RT 03/RW 01 Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Selanjutnya ayah korban Thomas Dominggus Lerrick (66), mengadukan dugaan kejanggalan kematian korban Polce ke polisi di Polres Kupang Kota pada Senin (6/1/2020).
Otopsi dan eksomasi dilakukan AKPB dr Wahyu Hidajati DP, Mars, SpF yang juga dokter spesialis forensik Pusdokkes Polri dibantu Ipda Krispinus R Meo, Amd.Kep (Ps Paur Doksik) dan Aipda Robby Yusuf (bintara Doksik Bid Dokkes Polda NTT),
Thomas Dominggus Lerrick (66), ayah korban Polce saat ditemui disela-sela proses eksomasi mengakui kalau korban Polce meninggal pada Senin (30/12/2019) malam di RSU Siloam Kupang.
Ia kaget karena pada Senin (30/12/2019) siang, anak sulung nya ini masih datang ke rumah Thomas pada pukul 14.00 wita hingga pukul 16.00 wita.
“Sejak kecil hingga menikah, anak saya (Polce) tidak pernah punya riwayat sakit jantung seperti yang disebutkan selama ini,” tandasnya.
Thomas sendiri mendapat telepon dari Ria Fany Dupe (istri Polce). Polce dan istrinya selama ini tinggal di tempat kost di Jalan Bajawa Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang sejak menikah dua tahun lalu.
“Saya kaget karena saat tiba di UGD RSU Siloam Kupang, saya dapat kabar kalau anak saya Polce sudah meninggal dunia tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.
Dari Ria Fany Dupe, ia mendapat kabar kalau Polce meninggal karena sakit jantung padahal selama ini Polce tidak punya riwayat sakit jantung.
“Saya duga kalau Polce meninggal dunia bukan karena sakit jantung,” tandas Thomas Lerrick.
Ia makin kaget karena mendapati bengkak dan memar pada leher Polce. “Karena tidak puas (dengan kematian Polce) maka saya laporkan ke polisi,” tambah nya.
Thomas juga makin heran karena Ria Fany Dupe selaku istri sah Polce tidak pernah datang melayat hingga Polce dikuburkan.
Sehari sebelum acara pemakaman, hanya ada kerabat Ria Fany Dupe yang datang melayat dan mengabarkan kalau Ria tidak bisa hadir dengan alasan Ria butuh istrahat karena hamil enam bulan.
“Saya coba minta kunci kamar kost untuk ambil baju Polce tapi alasannya Ria tidak bisa diganggu. Makanya anak saya tidak pakai baju nya tetapi kami beli yang baru untuk dikenakan hingga dikebumikan,” tandasnya.
Thomas Lerrick juga makin heran karena Ria Fany Dupe selaku istri Polce tidak pernah hingga saat ini termasuk pelaksanaan otopsi dan eksomasi. Pelaksanaan otopsi dan eksomasi terhadap jenasah anak pertama dari lima bersaudara ini hanya disaksikan ayah dan kerabat korban tanpa dihadiri Ria dan keluarganya.
Thomas berharap, otopsi dan Eksomasi ini membuka tabir penyebab kematian korban.
Eksomasi dengan membongkar ulang makam korban berlangsung sekitar tiga jam dipantau Kaur Bin ops Sat (KBO) Reskrim Polres Kupang kota, Iptu Wayan Pasek Sujana, SH.
Dalam proses eksomasi ini, petugas medis mengambil sampel jantung, paru-paru, limpa dan usus untuk dibawa ke laboratorium mabes Polri. Petugas juga memeriksa secara rinci seluruh bagian tubuh korban.
“Hasil otopsi baru kita bisa peroleh satu pekan kedepan,” ujar KBO Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Wayan Pasek Sujana, SH, Senin (2/3/2020) usai eksomasi tersebut.

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur
