Jumat, 29 Agustus 2025

Kapolrestabes Medan Instruksikan Anak Buahnya Tak Main Tangan Saat Amankan Demo Mahasiswa

Redaksi - Selasa, 01 Oktober 2019 09:42 WIB
Kapolrestabes Medan Instruksikan Anak Buahnya Tak Main Tangan Saat Amankan Demo Mahasiswa

digtara.com | MEDAN – Kapolrestabes Medan menginstruksikan kepada anggotanya untuk menahan diri dan tak memberi tindakan berlebihan dalam melakukan pengamanan aksi unjukrasa mahasiswa yang rencananya akan digelar di depan Gedung DPRD Sumatera Utara pada Selasa (1/10/2019) sore.

Baca Juga:

Perintah itu dikeluarkan Kombes Dadang Hartanto, Kapolrestabes Medan, saat memimpin apel siaga pengamanan di dalam kawasan gedung DPRD Sumut.

Pada kesempatan itu dia mengungkapkan, jumlah petugas yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan demonstrasi mahasiswa kali ini sebanyak 1.500 personel, terdiri dari personel Sabhara, Brimob, Samapta, Dalmas dan Marinir.

Mereka akan mengamankan aksi unjukrasa beberapa elemen mahasiswa yang di antaranya diisi dengan salat ghaib berjamaah dan penyalaan lilin. Dan dalam melakukan pengamanan demonstrasi kali ini Kapolrestabes mengungkapkan terdapat beberapa kerawanan yang perlu diantisipasi petugas.

Kerawanan pertama adalah masalah kemacetan lalulintas. Untuk mengantisipasinya polisi akan melakukan pengalihan arus. Kerawanan berikutnya adalah potensi tindakan anarkis, seperti pengrusakan dan kekerasan oleh demonstran, begitu juga tindakan aparat yang berlebihan.

Karena itu Dadang memerintahkan petugas untuk melaksanakan tugas sesuai SOP (standard operating procedure). Pengamanan yang dilakukan harus mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Dengan begitu demonstran diyakini akan simpatik kepada petugas dan dapat lebih mudah dinetralisir bila terjadi tindakan anarkis.

Secara teknis, polisi akan menempatkan polwan pada barikade terdepan atau barisan yang bertatap muka langsung dengan demonstran. Sementara para perwira senior akan melakukan pendekatan-pendekatan, negosiasi atau pengaturan lain kepada demonstran.

Para petugas Dalmas akan diterjunkan tanpa dilengkapi peralatan dilapis oleh barisan Dalmas lain dan kemudian barikade Brimob. Para personel TNI diharapkan melakukan pendekatan-pendekatan humanis atau cukup berdialog dan berinteraksi dengan demonstran.

Pada kesempatan itu Kapolrestabes Medan juga menekankan petugas tidak boleh menggunakan senjata api dalam mengurai atau membubarkan massa. Untuk itu Propam dan Provost diminta memeriksa seluruh personel yang diterjunkan.

Selanjunya petugas juga tidak dibolehkan keluar dari barisan untuk melakukan upaya paksa. Mulai dari peringatan, penyemprotan water canon, penembakan gas air mata sampai maju dan mendorong.

“Tidak boleh lepas dari ikatan dan harus berdasarkan komando atau perintah pimpinan, dan itu datangnya dari saya sebagai Kapolrestabes Medan,” ujarnya.

Dia tegaskan, seluruh pimpinan dan kepala pasukan, untuk menjaga anak buahnya tidak lepas dari kesatuan, baik pleton maupun kompi. Kombes Dadang juga kembali memperingatkan para petugas untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan. Beberapa kali penegasan ini dilontarkannya.

Bila terjadi kericuhan, lanjut dia, tindakan pengamanan hanya dilakukan oleh petugas yang mengenakan baju preman atau tidak berseragam (pengamanan tertutup). “Yang berseragam tidak boleh melakukan penangkapan,” imbuhnya.

Apalagi bila ada demonstran yang sudah berada dalam penguasaan petugas, tidak boleh dilakukan tindakan kekerasan atau pemukulan.”Itu tidak boleh dilakukan dan itu ada sanksinya,” katanya.

Kapolrestabes juga mengingatkan jangan sampai petugas terjebak dalam skenario pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Misalnya memancing petugas supaya melakukan tindakan di luar SOP sehingga menimbulkan korban. Kondisi itu dapat memicu terjadi gelombang demonstrasi yang lebih besar lagi.

“Sepertinya kita menang, mengejar mereka, memukul mereka, tapi sebenarnya kita kalah, kalah dalam strategi. Mungkin kita kesal dan emosi, tapi itulah tugas kita,” pungkasnya.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru