Sabtu, 14 Februari 2026

Ditegur Ibunya karena Tak Masuk Sekolah, Siswa SMP di Kupang-NTT Malah Gantung Diri

Imanuel Lodja - Jumat, 14 Februari 2025 08:30 WIB
Ditegur Ibunya karena Tak Masuk Sekolah, Siswa SMP di Kupang-NTT Malah Gantung Diri
istimewa
Ditegur Ibunya karena Tak Masuk Sekolah, Siswa SMP di Kupang-NTT Malah Gantung Diri

digtara.com - MB (15), siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Amfoang Barat Laut, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri pada Kamis (13/2/2025) siang.

Baca Juga:

Korban yang juga warga RT 003/RW 002, Dusun II, Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT ini gantung diri di tiang kosen pintu depan rumahnya menggunakam tali nilon.

Korban sebelumnya dimarahi ibunya, Dorsila Manoh gara-gara korban sudah tiga hari bolos sekolah tanpa alasan yang jelas.

Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wiratma melalui Kapolsek Amfoang Utara, AKP I Nyoman Sarjana membenarkan kejadian ini.

"Korban ditemukan gantung diri dengan tali nilon warna biru di lubang angin gandeng kosen pintu depan rumah," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi pada Rabu (13/2/2025) malam.

Tali nilon tersebut biasanya dipakai ibu korban untuk menggantung buah pinang jualan.

Kapolsek menyebutkan kalau ibu korban, Dorsila Manoh sempat memarahi korban karena korban tidak masuk sekolah selama tiga hari belakangan tanpa alasan yang jelas.

Dorsila pun mengambil ranting kayu dan memukul pada betis kiri dan kanan korban.

Korban pun lari keluar dari dalam rumah menuju ke rumah Marten Nainel yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah korban.

Dorsila menyusul korban ke rumah Marten Nainel dan menyuruh korban untuk pulang kembali ke rumah mereka.

Korban lalu pulang ke rumah. Selang beberapa saat, ibu korban menyusul korban ke rumah.

"Saat di rumah mereka, ibu korban melihat korban sudah dalam keadaan tergantung pada seutas tali nilon warna biru yang biasa dipakai untuk menggantung pinang jualan," ujar Kapolsek.

Dorsila pun mengambil sebilah pisau dapur di meja ruang tamu dan memotong tali yang melilit leher korban, kemudian menurunkan korban.

Tetangga pun berdatangan dan melaporkan ke pemerintah desa dan sekertaris desa serta ke Kapospol Amfoang Barat Laut, Aipda Johanis G. Lerick.

Wakapolsek Amfoang Utara, Ipda Hironimus Neni bersama 9 orang anggota dan dokter Puskesmas Soliu, Oktaviana Nenabu mendatangi lokasi kejadian di desa Honuk.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Viral! 4 Siswa SMP Diduga Pesta Sabu dalam Kelas, Hasil Tes Mengejutkan Polisi

Viral! 4 Siswa SMP Diduga Pesta Sabu dalam Kelas, Hasil Tes Mengejutkan Polisi

Hendak Tidur, Warga di Ende Kaget Temukan Rekannya Tewas Gantung Diri

Hendak Tidur, Warga di Ende Kaget Temukan Rekannya Tewas Gantung Diri

Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night

Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night

Sering Bertengkar Dengan Istri, Petani di Sabu Raijua Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Sering Bertengkar Dengan Istri, Petani di Sabu Raijua Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Diduga Masalah Asmara, Warga Sabu Raijua Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Diduga Masalah Asmara, Warga Sabu Raijua Ditemukan Meninggal Gantung Diri

Pelajar Sekolah Terpencil di Kabupaten TTS Terima Bantuan Seragam dan Alat Tulis dari Polres TTS

Pelajar Sekolah Terpencil di Kabupaten TTS Terima Bantuan Seragam dan Alat Tulis dari Polres TTS

Komentar
Berita Terbaru