Gara-gara Meriam Warga Kabupaten Kupang Tewas Dibacok dengan Kapak oleh Rekannya
digtara.com - Christianus Manner Kapir (50), warga Desa Kuanheum, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT tewas meregang nyawa dengan sejumlah luka.
Baca Juga:
Ia dianiaya dengan kapak oleh MH, warga Dusun II, Desa Kuanheum, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang pada Rabu (18/12/2024) pagi sekitar pukul 07.00 wita.
Penganiayaan berujung kematian ini terjadi di Dusun II, Desa Kuanheum, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.
Diperoleh informasi kalau aksi kekerasan ini dipicu masalah meriam yang dimainkan sejumlah anak yang juga keponakan pelaku.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Naibonat, Kabupaten Kupang untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawa korban tidak tertolong karena mengalami pendarahan dan luka parah.
Pada Rabu pagi, Putra Nopemnanu (9) dan adiknya Jensen Nopemnanu (3), dua orang keponakan pelaku sedang bermain meriam blek/kaleng sehingga mengganggu korban.
Korban dari rumahnya kemudian mendatangi tempat kedua keponakan pelaku bermain meriam. Ia pun menegur Putra dan Jensen agar tidak bermain meriam di lokasi tersebut.
Putra kemudian pulang ke rumah dan mengadu kepada Yanse Kase (55) yang juga kakak pelaku.
Pelaku yang kebetulan ada di sekitar lokasi tersebut sempat mendengar keributan sehingga pelaku keluar menuju ke depan rumah Yanse Kase. Pelaku sempat bertemu korban sehingga terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban.
Pertengkaran mereka sempat berhenti karena ditegur oleh istri pelaku, Irma Takaen.
Camat Kota Raja Pastikan Tidak Aniaya Staf Kelurahan, Justru Staf Kelurahan Yang Bertindak Kasar
Propam Polda NTT Gelar Gaktiblin, Tes Urine dan Periksa Senpi Anggota Polresta Kupang Kota
Hujan Satu Jam, Mako Polsek Takari-Kupang Terendam Banjir dan Lumpur
Balap Liar di Kota Kupang 'Makan Korban', Polantas Ditabrak saat Tertibkan Balapan
Sempat Tolak Pengawalan Polisi, Jenazah Korban Pengeroyokan di Kalibata-Jakarta Dikawal Hingga ke Rumah Duka