Gempa 5,0 Skala Richter Guncang Sumba Tengah Dirasakan Hingga Labuan Bajo
digtara.com – Gempa bumi kembali guncang wilayah pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Kali ini gempa terjadi di Kabupaten Sumba Tengah, Rabu (7/7/2021).
Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan 5,2 skala richter, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,0 skala richter.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,54° Lintang Selatan, 119,71° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 15 kilometer, arah timur laut Kota Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, pada kedalaman 69 kilometer.
Focaster Stasiun Geofisika Waingapu, Jumadin mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah Pulau Sumba.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ujarnya.
Menurut Jumadin, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bima, Waingapu, Waikabubak, Tambolaka.
“Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Di Labuan Bajo getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” ungkapnya.
Walau demikian, Jumadin menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini juga tidak berpotensi Tsunami.
“Masyarakat diimbau agar tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” harap Jumadin.
[ya]
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan