500 Lebih WNI Dari Malaysia – Singapura Dikarantina Gratis Selama 5 Hari
digtara.com – Sekitar 500 lebih WNI yang pulang dari Malaysia dan Singapura dikarantina secara gratis di Medan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas.
Baca Juga:
“Itu masih dana dari tim gugus tugas Covid-19 Sumut dan pemerintah daerah. Setiap TKI dari luar negeri wajib dikarantina di tempat yang kita tentukan,” jelas Kepala bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Sumut, dr Nelly Fitriani kepada digtara.com melalui saluran telepon, Rabu (13/1/2021).
Dikatakannya, setiap TKI yang turun di bandara langsung di Swab Tes gratis oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Kemudian sembari menunggu hasilnya keluar, setiap TKI diletakkan di tempat karantina.
“Biaya Swab Tes-nya juga gratis. Kalau ada yang reaktif atau positif akan ditempatkan di Rumah Sakit GL Tobing sebagai rumah sakit rujukan kita,” katanya.
Disampaikannya TKI yang dikarantina gratis sudah berlangsung sejak 2 Januari 2021. Proses ini akan berlangsung sampai 19 Januari 2021.
“Ini diperpanjang, seharusnya hanya sampai 14 Januari 2021 (berdasarkan surat edaran nomor 4 tahun 2020),” tutupnya.
Sebelumnya diinformasikan, ratusan warga Indonesia yang datang dari Malaysia dan Singapura kini dikarantina di 5 lokasi di Medan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan kepada digtara.com melalui saluran telepon, Rabu (13/1/2021).
“Mereka dikarantina di tiga hotel, yakni Grand Darusallam, Putra Mulia, dan Madani. Ditambah lagi gedung Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Sumut dan gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut,” jelasnya.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan