Konflik Harimau dengan Masyarakat Terjadi di Langkat
digtara.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menerima adanya laporan konflik Harimau Sumatera dengan masyarakat di Desa Laudamak Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat terjadi pada 25 Desember 2020.
Baca Juga:
Kepala Bagian Tata Usaha BKSDA, Teguh Setiawan mengatakan satwa dilindungi tersebut sudah memangsa 2 ekor lembu milik warga.
“Tanggal 25 Desember telah di terima laporan dari masyarakat konflik antara Harimau Sumatera yang sudah memangsa 2 hewan ternak Lembu milik warga,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini pihak dari BKSDA bersama BBTNGL, KPH , WCS, dan YAHUA sudah berada di lokasi yang berada di wilayah kebun sawit.
Sebagai tindakan awal, pihaknya sudah dilakukan dengan pengecekan jejak, pengecekan bangkai lembu, dan pemasangan 6 unit kamera trap milik YAHUA.
Saat ini pihaknya masih menunggu perkembangan untuk tindakan lebih lanjut.
Sudah Berulang Kali
Peristiwa Harimau Sumatera yang kembali mangsa ternak warga Kabupaten Langkat, melansir pakarberita, sudah beberapa kali terjadi. Berikut konflik Harimau Sumatera dengan Warga sepanjang tahun 2020:
1. Satu ekor ternak warga Dusun Tanjung Naman Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Kamis (30/4/2020).
2. Warga menemukan seekor lembu mati, Dusun Tanjung Naman dengan bekas terkaman Harimau pada Sabtu, (30/5/2020).
3. Seekor hewan ternak lembu milik warga Dusun Tualang Gepang Bukit Kencur Desa Samperaya Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, tewas dengan kondisi bagian ekor dan leher robek, Minggu (4/10/2020).
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren
Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi
Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan
Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan