Rabu, 24 Juli 2024

Pengusaha Asal Batam Yang Dilaporkan Hilang di Medan Dikenal Ramah

- Minggu, 05 Januari 2020 04:06 WIB
Pengusaha Asal Batam Yang Dilaporkan Hilang di Medan Dikenal Ramah

digtara.com | BATAM – Seorang penguasa asal Kota Batam, Havis Madu Jaya, dan istrinya Martini, dilaporkan hilang saat berada di Kota Medan, Sumatera Utara. Saat ini Polisi masih mencari keberadaan keduanya.

Baca Juga:

Havis dan Martini merupakan warga Kampung Durian RT 04-RW 06, Bengkong. Mereka sudah tinggal sekira setahun di rumah took bernomor 51 A di Blok D kawasan tersebut.

Warga Kampung Durian itu pun sudah mengetahui kabar hilangnya pasangan tersebut. Mereka mengaku kaget, dan berharap pasangan tersebut segera ditemukan.

“Iya sudah tahu. Dari warga juga yang menyampaikan. Ya prihatin, mudah-mudahan segera diketemukan,”sebut Nana, salah seorang tetangga di sekitar ruko tempat Havis tinggal.

Sejauh pengetahuan warga, pasangan Havis dan Martini dikenal sebagai sosok yang ramah. Mereka juga kerap bergaul dengan warga.

“Kalau sama tetangga nggak ada masalah kayaknya, orangnya juga lumayan ramah,” ucapnya seperti dilansir Batamnews.

Sebelum berangkat ke Medan dan kemudian dilaporkan hilang, Nana menyebut Havis sering menggelar pertemuan dengan sejumlah orang di depan rukonya saat malam hari.

“Dia punya perkumpulan member usaha gitu, jadi hampir tiap malam ngumpul di depan rumahnya,” ujarnya lagi.

KRONOLOGIS KEJADIAN

Havis dilaporkan hilang oleh mertuanya bernama Kasdi ke polisi di Medan, pada 2 Januari 2020.

Selama ini, Havis bersama anak Kasdi, Martini, memiliki sejumlah usaha, mulai dari sembako, ritel, dan usaha air minum isi ulang di Kampung Durian, Bengkong Sadai, Batam.

Dalam laporan polisi ke Posek Medan Labuhan, Kasdi mengatakan, anak serta menantunya itu berangkat ke Medan pada 28 Desember 2019, untuk melihat usahanya di sana.

Begitu tiba di Bandar Kualanamu, ia dijemput karyawannya, bernama Kurnia Prasetya.

Ia kemudian diantar Kurnia ke sebuah ruko tempat usaha air minum isi ulang mereka bernama My Water di Jalan Platina Raya, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Medan. Setelah itu pada hari Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Kurnia kembali ke Ruko My Water.

Ia kemudian melihat pintu gudang My Water tidak terkunci atau dalam kondisi terbuka. Kurnia kemudian memanggil Havis, karena tak ada sahutan, ia naik ke lantai dua.

Setibanya di lantai dua, Kurnia melihat kamar sudah berantakan, dan ada ceceran darah di mana-mana.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dibegal, Adik Wartawan Terluka dan Kehilangan Sepeda Motor

Dibegal, Adik Wartawan Terluka dan Kehilangan Sepeda Motor

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Komentar
Berita Terbaru