Pencarian Korban Tenggelam KM Feronia Diperluas, Polisi Bersama Tim SAR Gabungan Sisir Bangkai Kapal
Baca Juga:
"Ketiga wisatawan yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit," ungkap Kasat Polairud.
Hasil analisis awal pihak kepolisian menunjukkan faktor cuaca di permukaan tergolong baik dan tidak terdapat gelombang tinggi.
Namun, perairan Tatawa Besar memiliki karakteristik arus bawah laut yang sangat kuat dan berputar.
Selain faktor dinamika arus, polisi mengindikasikan adanya kendala stabilitas pada struktur fisik kapal wisata tersebut.
Baca Juga:Kerugian materiil akibat tenggelamnya kapal wisata GT 51 ini ditaksir mencapai Rp 1 miliar.
"Lambung KM Feronia relatif pendek dan kecil, tetapi ditopang struktur kabin atas yang cukup tinggi. Hal ini membuat kapal sangat rentan terbalik saat dihantam pusaran arus air yang kuat," papar Iptu Leonardo.
Langkah hukum kini diambil oleh jajaran Polres Manggarai Barat dengan menerbitkan laporan polisi model A guna memproses penyelidikan secara formal.
"Kami melakukan pemeriksaan maraton terhadap Nahkoda (Isran), Kepala Kamar Mesin/KKM (Irwandi), serta tiga ABK lainnya. Kami juga akan memanggil pihak agen pelayaran dan pemilik kapal untuk dimintai keterangan terkait dugaan unsur kelalaian (human error) dalam mengantisipasi navigasi arus ekstrem," tegasnya.
Pencarian terhadap korban terus dilanjutkan secara intensif dengan memperluas radius penyisiran sesuai arah pergerakan arus laut pada hari berikutnya.
Hari Kedua Operasi Pencarian Korban KM Feronia, Tim Gabungan Temukan Tangki Selama Diduga Milik Kapal
Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo
Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal
Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Tatawa Labuan Bajo, 29 Orang Selamat dan Satu Penumpang Dalam Pencarian
Tiga WNA dan Satu Tour Guide Belum Muncul Usai Menyelam, SAR Gabungan Turunkan Tim