Lansia di Takari-Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Hutan Dalam Kondisi Tubuh Tidak Utuh
digtara.com -Seorang pria lanjut usia, Petrus Nomtanis ditemukan meninggal dunoa di kawasan Hutan Nonmeto, RT 009/RW 004, Kelurahan Takari, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Jumat (9/10/2026) pagi.
Baca Juga:
- Ratusan Lembar Kawat Bronjong Digelapkan, Polres Malaka Tangkap Dua Pelaku di Takari-Kupang
- Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor
- Ketua FKPT NTT Hadiri Monev BNPT-FKPT 2026 Rumuskan Strategi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Daerah
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah tidak utuh. Bagian kepala terpisah dari tubuh dengan jarak sekitar dua meter, sedangkan kedua kaki korban juga mengalami kerusakan yang diduga akibat gigitan binatang.
Mengetahui kejadian tersebut, Dim Nabuasa segera memberitahukan penemuan itu kepada warga lainnya.
Bersama masyarakat setempat, ia kemudian kembali ke lokasi untuk memastikan identitas korban yang diketahui bernama Petrus Nomtanis, warga RT 009/RW 004, Kelurahan Takari, Kabupaten Kupang.
Informasi penemuan mayat tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak Polsek Takari melalui Ketua RW setempat.
Baca Juga:Kapolsek Takari, Ipda Aldison Harbert de Haan bersama Kanit Reskrim dan anggota piket mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas medis dari Puskesmas Takari juga dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban.
Anggota Polsek Takari bersama petugas medis dan warga mengevakuasi jenazah ke rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penemuan.
Petugas medis Puskesmas Takari, Apolos Utan dan Arlianti Bana, kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma selama kurang lebih dua tahun dan kerap mengalami kekambuhan.
Dari hasil pemeriksaan luar dan keterangan yang diperoleh, petugas medis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
Kondisi kepala dan bagian kaki yang tidak utuh diduga berkaitan dengan aktivitas binatang, mengingat ditemukan pula tanda-tanda gigitan pada tubuh korban.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan pemeriksaan luar tersebut.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keluarga korban.
Baca Juga:Semasa hidupnya, Petrus diketahui tidak memiliki istri maupun anak. Korban selama ini tinggal seorang diri di rumah kebun yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari rumah tetangga terdekat.
Ratusan Lembar Kawat Bronjong Digelapkan, Polres Malaka Tangkap Dua Pelaku di Takari-Kupang
Tidak Ditahan Setelah Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik, Perempuan di Manggarai Barat Dikenakan Wajib Lapor
Ketua FKPT NTT Hadiri Monev BNPT-FKPT 2026 Rumuskan Strategi Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Daerah
Pria di Ngada Ditemukan Dalam Bengkel dalam Kondisi Membusuk
Uang Puluhan Juta Raib dari Rekening, Nasabah Bank NTT Lapor Polisi