Kaget Ada Gempa, Lansia Perempuan di Sumba Barat Daya Meninggal Dunia
digtara.com -Ribka Ra Mete (74), warga Kampung Kalembu Rato, Desa Waitaru, Kecamatan Kodi utara, Kabupaten Sumba Barat Daya meninggal pasca terjadi gempa bumi
Baca Juga:
Kemudian korban tidak sadarkan diri dan meninggal dunia.
Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon, SH membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (4/10/2026).
"Meninggal memang selama ini sakit TBC paru/sesak napas. Tadi pagi kaget panik yang memicu sesak nafas dan tiba-tiba saat digotong mau keluar rumah dengan anaknya pingsan dan meninggal dunia. Selama ini memang sudah parah dan tidur serta bangun harus dibantu keluarga," ujar Wakapolres.
Sejumlah fasilitas, rumah ibadah dan rumah warga juga rusak pasca gempa. Total dan jenis kerusakan masih didata.
Baca Juga:Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan telah terjadi gempa bumi tektonik M 6,1 dengan parameter update M 5.9 yang mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT, atau sekitar 59 kilometer arah Barat Daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 kilometer.
BMKG mengkategorikan peristiwa ini sebagai jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.
"Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Ardhasena pafa Minggu (4/10/2026) siang..
Wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya merasakan guncangan terkuat pada skala VI MMI, yang menyebabkan sebagian besar penduduk terkejut dan berlari ke luar rumah.
Sementara itu, wilayah Kota Tambolaka, Kota Waikabubak (Sumba Barat), Kota Waibakul (Sumba Tengah), dan Kota Raba merasakan guncangan pada skala IV MMI, serta Kota Bima, NTB merasakan guncangan pada skala III MMI.
Dampak guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB terdapat kerusakan di beberapa wilayah pada kategori sedang dan satu orang mengalami luka.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan menyalurkan pemutakhiran data secara berkala kepada pemangku kepentingan serta masyarakat luas.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, dan tidak memercayai isu-isu liar yang tidak jelas sumber kebenarannya.
Baca Juga:
Walau Ada 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya Namun Tidak Berpotensi Tsunami
Polres Sumba Barat Daya Bekuk Satu Pelaku Penyerangan Hingga Korban Meninggal Dunia
Diduga Pembagian Hasil Ritual Adat Masuk Rumah Tidak Merata, Warga Sumba Barat Daya Meregang Nyawa di Tangan Kerabatnya
Sumba Barat Daya Diguncang Gempa Magnitudo 6,1 Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT, Terjadi pada Kedalaman 10 Km