Sabtu, 19 September 2026

KTP Atas Nama Yohanis Sioh Ditemukan Pada Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Kota Kupang

Imanuel Lodja - Sabtu, 19 September 2026 10:35 WIB
KTP Atas Nama  Yohanis Sioh Ditemukan Pada Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Kota Kupang
dok
KTP Atas Nama Yohanis Sioh Ditemukan Pada Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Kota Kupang

digtara.com -Kerangka dan tulang manusia ditemukan warga dan aparat kepolisian di tanah milik keluarga Penun Limau di RT 004/RW 002, Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Kamis (17/9/2026) petang.

Baca Juga:

Kerangka manusia ini ditemukan dua anggota polisi Polres Kupang masing-masing Abraham K (35) dan Kevin JT (26).

Penemuan ini dilaporkan warga masyarakat ke polisi melalui Call Center 110 Polresta Kupang Kota.

Saat polisi datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan kerangka yang sudah tidak utuh lagi karena sebagian tulang sudah tidak ada.

Ada pula jaket warna biru muda diduga milik korban serta tas pinggang warna kuning hitam.

Dalam tas tersebut ada dua KTP, satu kartu Pemilu dan kapur sirih. Dua KTP ini memiliki identitas yang sama atas nama Yohanis Sioh yang lahir pada tanggal berbeda yakni 13 Desember 1955 dan 13 Juni 1961.

Baca Juga:
Dalam KTP tersebut tertera alamat yang sama di RT 02/RW 01, Desa Neonat, Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Di lokasi, sebagian tumbuhan kecil sudah tumbuh dari celah tulang-tulang dan akar pohon menjalar dan menekan sebagian tulang ke dalam tanah.

Polisi kemudian mengevakuasi kerangka temuan ini ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Informasi lain menyebutkan kalau Yohanis Sioh menikah dengan Adriana Tefa yang sudah meninggal dunia pada tahun 2018 lalu.

Mereka memiliki tiga orang anak perempuan yakni Sance yang tinggal di Desa Nenoat, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS. Yanti yang tinggal di Kelurahan Sikumana Kota Kupang dan Dortia yang saat ini bekerja di Kalimantan.

Mikael Sioh, guru SD Negeri Bimeta, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS yang merupakan kerabat Yohanis Sioh mengakui kalau Yohanis Sioh meninggalkan rumah sejak 15 Desember 2015.

Saat itu ia diajak oleh YYM yang sudah meninggal pada tahun 2024 lalu. Mereka ke Kota Kupang untuk melayat kerabat mereka yang meninggal dunia.

Yohanis Sioh dan YYM serta beberapa kerabat berada di Kota Kupang selama dua pekan.

Usai acara pemakaman, kerabat dan Yohanis Sioh ingin kembali ke kabupaten TTS, namun Yohanis Sioh malah menghilang dari rumah duka dan tidak diketahui keberadaannya.

Kerabat sudah berusaha mencari Yohanis Sioh namun upaya tersebut sia-sia karena Yohanis tidak ditemukan.

Saat Yohanis hilang, kerabat sempat melakukan beberapa kali pertemuan dengan YYM di kantor desa Nenoat terkait belum ditemukannya Yohanis namun tetap tidak ada informasi soal keberadaan Yohanis sehingga keluarga tidak lagi mencari Yohanis.

Aparat keamanan Polsek Alak masih terus melakukan penyelidikan kasus ini dan berkoordinasi dengan Asem Sioh yang merupakan kepala desa Neonat, Kecamatan Nunkolo, TTS.

Polisi juga menunggu keluarga korban untuk pengambilan sampel pembanding DNA.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satlantas Polres Alor Distribusikan Bantuan Air Bersih Pada Warga di Alor Barat Laut

Satlantas Polres Alor Distribusikan Bantuan Air Bersih Pada Warga di Alor Barat Laut

Dua WNA Tanpa Dokumen Diamankan Polisi di Pelabuhan Bolok-Kupang

Dua WNA Tanpa Dokumen Diamankan Polisi di Pelabuhan Bolok-Kupang

Masalah Asmara Mahasiswa di Kupang Berujung ke Laporan Polisi

Masalah Asmara Mahasiswa di Kupang Berujung ke Laporan Polisi

Dukung Percepatan Penetapan Hutan Adat di NTT, Polda NTT Dorong Sinergi Pengelolaan Kamtibmas

Dukung Percepatan Penetapan Hutan Adat di NTT, Polda NTT Dorong Sinergi Pengelolaan Kamtibmas

Pasca Dua Siswi Tenggelam Dalam Bak Penampungan, Polisi dan Warga Desa Sainoni-TTU Pagari Area Cekdam

Pasca Dua Siswi Tenggelam Dalam Bak Penampungan, Polisi dan Warga Desa Sainoni-TTU Pagari Area Cekdam

Rumah Kontrol Daya PLTS di Kabupaten Ngada Terbakar, Ratusan KK Tidak Nikmati Listrik

Rumah Kontrol Daya PLTS di Kabupaten Ngada Terbakar, Ratusan KK Tidak Nikmati Listrik

Komentar
Berita Terbaru