Senin, 07 September 2026

Oknum Guru Pelaku Pelecehan Belasan Pelajar di Sumba Barat Terancam Penjara Diatas 12 Tahun

Imanuel Lodja - Senin, 07 September 2026 14:00 WIB
Oknum Guru Pelaku Pelecehan Belasan Pelajar di Sumba Barat Terancam Penjara Diatas 12 Tahun
ist
Pelaku.

digtara.com -Polres Sumba Barat terus mendalami laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap sejumlah siswa di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Baca Juga:

Kasus yang melibatkan MM (31), seorang oknum guru tenaga honorer tersebut kini memasuki tahapan proses hukum setelah penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumba Barat mengantongi alat bukti yang cukup dan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional, hati-hati dan dengan tetap mengutamakan kepentingan serta perlindungan terhadap anak-anak yang menjadi korban.

"Kasus yang melibatkan anak merupakan perkara yang menjadi perhatian serius kami. Kami menyampaikan empati yang mendalam kepada para korban dan keluarga. Polres Sumba Barat berkomitmen menangani perkara ini sesuai ketentuan hukum serta memastikan prosesnya berjalan secara profesional," ujar AKBP Yohanis pada Senin (7/9/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang telah dikumpulkan, penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Sumba Barat menetapkan MM sebagai tersangka. Sebelumnya, yang bersangkutan telah diperiksa sebagai saksi.

Sejak 31 Agustus 2026, penyidik melakukan upaya paksa berupa penahanan terhadap tersangka di Ruang Tahanan Polres Sumba Barat untuk jangka waktu 20 hari sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga:
MM diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual secara fisik dan atau tindak pidana pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c Undang-undang nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak pidana kekerasan seksual dan atau Pasal 418 ayat (2) huruf b sub pasal 415 hutuf b Undang-undang nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang hukum Pidana.

"Ancaman hukuman 12 tahun penjara bahkan bisa lebih," ujar Kapolres Sumba Barat.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa delapan orang saksi serta melakukan penyitaan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara.

Untuk mendukung proses penyidikan, pemeriksaan Visum et Repertum (VER) juga telah dilakukan terhadap empat orang korban di RSUD Waikabubak.

Polres Sumba Barat juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang menjadi korban.

Penyidik melibatkan psikolog untuk melakukan pendampingan dan pemeriksaan psikologis terhadap korban, serta telah memperoleh laporan hasil pemeriksaan psikologi.

Hasil pemeriksaan tersebut kemudian turut menjadi bagian dalam proses penyidikan.

Penyidik juga telah meminta keterangan ahli untuk melengkapi alat bukti sebelum proses hukum dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Kapolres menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan berdasarkan alat bukti yang sah.

Dalam perkembangan penyidikan, Polres Sumba Barat telah melakukan pendataan terhadap korban. Hingga saat ini, tercatat 13 anak yang diduga menjadi korban.

Baca Juga:
"Belum ada penambahan korban dan belum ada pengaduan baru di Posko," tandas Kapolres.

Polres Sumba Barat sudah membuka Posko Pengaduan di Kantor Satreskrim Polres Sumba Barat agar masyarakat yang mengetahui adanya dugaan korban lain dapat menyampaikannya kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kemungkinan adanya korban lain agar tidak takut untuk melapor. Kami akan menerima setiap informasi dengan memperhatikan kepentingan dan perlindungan anak," kata AKBP Yohanis.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan identitas, foto maupun informasi pribadi anak-anak yang menjadi korban melalui media sosial maupun ruang publik.

Menurutnya, perlindungan terhadap korban merupakan tanggung jawab bersama.

Anak-anak yang mengalami peristiwa tersebut membutuhkan rasa aman, pendampingan dan dukungan dari lingkungan sekitar agar dapat menjalani proses pemulihan dengan baik.

Polres Sumba Barat mengajak orang tua, guru, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Orang tua juga diimbau untuk memberikan ruang kepada anak untuk bercerita tanpa menyalahkan atau menghakimi.

Setiap informasi yang disampaikan anak perlu didengar dengan penuh perhatian dan segera dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang apabila terdapat dugaan kekerasan.

Baca Juga:
"Anak-anak adalah pihak yang harus kita lindungi bersama. Jangan memberikan stigma atau menyalahkan korban. Mari kita berikan dukungan kepada mereka dan percayakan penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum," ungkap Kapolres.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun melakukan tindakan yang dapat merugikan korban, keluarga korban ataupun proses hukum.

Polres Sumba Barat memastikan setiap laporan yang masuk akan ditangani secara serius, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, kepentingan terbaik bagi anak dan ketentuan hukum yang berlaku.

MM (31), seorang guru pria di Kabupaten Sumba Barat, NTT diduga mencabuli belasan pelajar sekolah dasar di tempat ia mengajar.

Aksi ini sudah lama dilakukan MM dan baru terungkap saat ini setelah beberapa korban buka suara terkait aksi tidak terpuji MM.

Hingga saat ini, ada 13 korban aksi pencabulan ini. Angka ini masih bisa bertambah sehingga Polres Sumba Barat pun membuka Posko.

MM sendiri merupakan guru tenaga honorer di sekolah dasar tersebut

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Satresnarkoba Polres Sumba Timur Bekali Ratusan Pemuda Gereja Tentang Bahaya Narkoba

Satresnarkoba Polres Sumba Timur Bekali Ratusan Pemuda Gereja Tentang Bahaya Narkoba

Kemenimipas RI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores di Manggarai-NTT

Kemenimipas RI Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa Flores di Manggarai-NTT

Polisi di Manggarai Timur Bantu Bangun Tenda Darurat Untuk Anak Sekolah

Polisi di Manggarai Timur Bantu Bangun Tenda Darurat Untuk Anak Sekolah

Warga Rote Ndao Nyaris Tewas Ditebas Parang Oleh Rekannya

Warga Rote Ndao Nyaris Tewas Ditebas Parang Oleh Rekannya

Tabrakan Antar Sepeda Motor di Rote Ndao, ASN Dishub Rote Ndao Meninggal Dunia

Tabrakan Antar Sepeda Motor di Rote Ndao, ASN Dishub Rote Ndao Meninggal Dunia

Pulang Acara Pesta Nikah, Fotografer di Kota Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kost

Pulang Acara Pesta Nikah, Fotografer di Kota Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kost

Komentar
Berita Terbaru