Dua Gempa Susulan Guncang Manggarai, Kapolres Himbau Warga Jangan Panik Tapi Tetap Waspada
digtara.com -Gempa bumi susulan kembali mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pagi.
Baca Juga:
Berdasarkan perkembangan situasi yang dihimpun hingga Rabu (19/8/2026) pukul 18.00 WITA, telah terjadi 3.055 kali gempa susulan pascagempa utama yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Sebanyak 25 kali gempa susulan tercatat memiliki magnitudo di atas 5,0.
Pada Kamis (20/8/2026), tercatat dua gempa susulan yang dirasakan cukup kuat di wilayah Kabupaten Manggarai.
Gempa pertama terjadi pada pukul 00.17.40 Wita dengan kekuatan magnitudo 5,7, kemudian gempa susulan kedua terjadi pada pukul 06.45.19 Wita dengan kekuatan magnitudo 5,6.
Baca Juga:Guncangan tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat Kabupaten Manggarai.
Warga yang berada di rumah maupun tenda-tenda pengungsian berhamburan keluar dan memilih berkumpul di tempat terbuka yang dianggap aman.
Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian agar mengikuti arahan petugas serta tidak kembali ke bangunan yang dinilai berisiko sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Tetap waspada, ikuti arahan petugas, dan apabila terjadi guncangan segera menuju tempat terbuka yang aman serta menghindari bangunan yang berpotensi membahayakan," imbau Kapolres.
Sementara itu, kekuatan pengamanan dan pelayanan masyarakat terus dilakukan secara terpadu oleh TNI-Polri bersama instansi terkait, relawan, serta tenaga medis.
Personel di lapangan terus memberikan pelayanan, membantu masyarakat di lokasi pengungsian, serta melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi.
Polres Manggarai juga terus melakukan monitoring situasi secara berkala, termasuk perkembangan gempa susulan, kondisi masyarakat di lokasi pengungsian, serta potensi dampak yang ditimbulkan.
Selain melakukan imbauan kepada masyarakat, Polres Manggarai juga terus menyalurkan bantuan dari Polri untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi melalui posko-posko yang telah disiapkan bagi para pengungsi, serta mendistribusikan bantuan hingga ke pelosok terpencil yang sulit terjangkau.
Baca Juga:Upaya pendistribusian bantuan logistik dilakukan personel Polres Manggarai siang dan malam untuk memastikan masyarakat yang terdampak gempa bumi mendapatkan bantuan kebutuhan makanan dan layanan kesehatan yang memadai.
Kapolres Manggarai juga mengerahkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk bersinergi dengan unsur terkait dalam mendata masyarakat terdampak serta terus memberikan imbauan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
Polres Manggarai mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun petugas di lapangan.
Perkembangan situasi pascagempa bumi di wilayah Kabupaten Manggarai akan terus dipantau dan diperbarui secara berkala sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
13.935 Warga Korban Gempa Di Manggarai Ditampung Pada 45 Titik Pengungsian
Mentan RI Kirim 6.800 Ton Beras Bagi Korban Gempa Flores
Tim Psikologi Jangkau Pulau Terluar di Manggarai Barat Beri Trauma Healing Bagu Korban Gempa
Jumlah Korban Gempa Flores Terus Bertambah Jadi 73 Orang, Tim SAR Gabungan Terus Lalukan Penyisiran
Tengah Malam Wakapolres Manggarai Barat Antar Bantuan Bagi Korban Gempa ke Wilayah Terisolir