Update Gempa Flores: 55 Warga Meninggal, Ribuan Pengungsi Tersebar di 38 Titik
BKO Brimob Mabes dan Tim Khusus
Baca Juga:
Sebanyak 100 personel Brimob BKO dengan kemampuan SAR dikirim untuk memperkuat pencarian dan pertolongan korban.
"Untuk tahap awal ini kami masih membutuhkan anggota untuk SAR untuk mencari dan menolong korban yang menjadi korban bencana alam tersebut," ujar Kapolda.
Selain personel Brimob, Mabes Polri juga mengirimkan sejumlah tim khusus, yakni 14 personel Tim DVI (Disaster Victim Identification) dari Pusdokkes Polri.
Dukungan lainnya berupa 10 ekor anjing K9 berkemampuan SAR beserta 21 personel pawang dan tim pendukung.
Baca Juga:Anjing pelacak tersebut dipersiapkan untuk membantu pencarian korban di bawah reruntuhan bangunan yang berisiko jika dilakukan pencarian secara manual.
Trauma Healing Anak-Anak Korban Gempa
Perhatian Polri juga diarahkan pada kondisi psikologis korban bencana, khususnya anak-anak.
Kapolda mengatakan Mabes Polri mengirimkan tim kesehatan dan trauma healing yang nantinya akan berkolaborasi dengan tim trauma healing Polda NTT.
Menurut Kapolda, metode tersebut telah diterapkan di sejumlah Polres, termasuk kepada anak-anak korban gempa di Kabupaten Ende.
"Tim terapis Polres Ende juga sudah mengaplikasikannya kepada anak-anak yang jadi korban bencana, karena mereka benar-benar masih trauma," ungkapnya.
Sebarkan Foto Guru Agama di Media Sosial, Pria di Sumba Barat Daya Ditahan Polisi
Polairud Polda NTT Bantu Evakuasi Warga Korban Runtuhan Gempa dari Pulau Palue dan Distribusikan Bantuan
Polres Nagekeo Gandeng PT Indofood Siapkan Makanan Bagi Warga Terdampak Gempa
Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Naik Jadi 51 Orang, Kabasarnas Pantau Langsung Penanganan dan Siagakan Helikopter
101 Personil BKO Brimob Polri Diterjunkan ke Manggarai dan Manggarai Timur