Gelar Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026, Kapolda Tekankan Pencegahan dan Deteksi Dini
Baca Juga:
Kepada para Kapolres/ta jajaran, Kapolda NTT menginstruksikan agar kesiapsiagaan di wilayah masing-masing terus diperkuat.
Sistem komunikasi dan pelaporan juga harus dibangun secara cepat, akurat, dan berjenjang sehingga setiap kejadian dapat segera diketahui dan ditangani.
Dalam hal penegakan hukum, Kapolda menegaskan bahwa setiap perbuatan yang dengan sengaja maupun karena kelalaian mengakibatkan terjadinya Karhutla harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, profesional, proporsional, transparan, dan berkeadilan terhadap setiap perbuatan yang dengan sengaja atau karena kelalaian mengakibatkan Karhutla," tegasnya.
Baca Juga:Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak pernah menganggap remeh setiap potensi Karhutla.
Keselamatan personel harus tetap menjadi prioritas, disertai koordinasi dan sinergitas yang kuat di lapangan.
"Dengan soliditas TNI-Polri, pemerintah daerah, seluruh stakeholder dan dukungan masyarakat, kita mampu mencegah dan mengendalikan Karhutla di Nusa Tenggara Timur yang kita cintai," pungkas Kapolda NTT.
Usai pelaksanaan apel, Kapolda NTT bersama Wakapolda NTT dan seluruh pejabat terkait melaksanakan pengecekan terhadap sarana dan prasarana pendukung penanganan Karhutla.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan dan fasilitas yang dimiliki berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan, Salah Satunya Jembatan Merah Putih Presisi Takari Hasil Kerja Brimob Polda NTT
Anggota Ditpolairud Polda NTT Kembali Bagikan Bendera Merah Putih Pada Nelayan di Sumba Timur
Polairud di Manggarai Barat Bantu Evakuasi Ibu Hamil dari Pulau Papagarang
Gandeng Kelompok Tani di Malaka, Polda NTT Siapkan Lahan Penanaman Bawang Putih
Polairud Polda NTT Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Bagi Warga di Pulau Kera