Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur
digtara.com -Aksi simpatik ditunjukkan anggota Direktorar Polairud Polda NTT yang bertugas di Markas Unit (Marnit) Flores Timur.
Baca Juga:
Anggota Polairud juga membagikan alat tulis bagi sejumlah siswa di wilayah tersebut.
Kegiatan sosial ini dilakukan anggota Marnit Polairud Flores Timur sebagai bagian dalam menyambut HUT RI ke-81 tahun 2026.
Aksi ini dilakukan personil dari crew KP Pulau Timor XXII-3016, KP Pulau Batek XXII-3003, KP Pulau Ndana XXII-3004 dan crew KP XXII-2004.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya melibatkan warga, para nelayan dan anak sekolah.
Baca Juga:Anggota Polairud kemudian menyerahkan bendera merah putih secara simbolis kepada Ketua RT 16 dan Ketua RT 20.
Sementara bantuan alat tulis dan buku-buku disalurkan langsung kepada anak-anak masyarakat nelayan dj wilayah pesisir.
.
Anggota Polairud juga membangun komunikasi yang hangat dan intens dengan anak sekolah melalui pemberian kuis berhadiah buku tulis dan balpoint.
Anak-anak sekolah yang bisa menjawab pertanyaan seputar HUT kemerdekaan RI diberikan hadiah menarik.
Aksi ini dilakukan sebagai wujud rasa nasionalisme dan cinta tanah air bagi masyarakat.
Ketua RT 20, Dusun IV, Desa Tiwatobi, Sumbe Lamablawa menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepedulian anggota Polairud.
"Kami bangga dan berterima kasih dengan bantuan inii. Anak-anak kamj terbantu dengan peralatan tulis dsn kami juga dibantu dengan bendera merah putih. Ini jadi kebanggaan tersendiri bagi kami," ujarnya.
Ia mengaku kalau masyarakat khususnya anak-anak nelayan sangat terbantu dengan dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Personil Ditpolairud Marnit Flores Timur.
Baca Juga:
Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur
Aksi Dramatis Anggota Dit Polairud Polda NTT Selamatkan Mahasiswa Tenggelam dan Evakuasi ke Rumah Sakit
Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur
Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat
Santunan Dibayar, Proses Hukum Kecelakaan Laut Dua WNA China Tetap Berlanjut