Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur
Baca Juga:
Wakapolda NTT secara simbolis menyerahkan 85 paket bantuan sosial kepada masyarakat.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu warga melewati masa sulit pascakonflik.
Bagi masyarakat, rekonsiliasi ini menjadi kesempatan untuk kembali menata kehidupan.
Hubungan antarkeluarga, antarkampung dan antarmasyarakat diharapkan perlahan pulih setelah sebelumnya diwarnai ketegangan.
Baca Juga:Rekonsiliasi di Waiwerang akhirnya bukan hanya tentang apa yang terjadi pada hari itu. Tantangan terbesar justru dimulai setelah semua pihak kembali ke kampung masing-masing.
Perdamaian membutuhkan konsistensi. Setiap provokasi harus diredam, setiap persoalan harus dibicarakan, dan setiap perbedaan harus diselesaikan tanpa kekerasan.
Wakapolda NTT berharap komitmen yang telah dibangun bersama tidak berhenti sebagai dokumen atau seremoni, tetapi menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
Polda NTT bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus mendukung proses menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah tersebut.
Di Aula Paroki Kristus Raja, dua kelompok masyarakat yang sebelumnya berada dalam pusaran konflik akhirnya berdiri dalam satu ruang yang sama.
Dari Adonara, sebuah pesan kembali ditegaskan—perdamaian bukan sekadar kesepakatan untuk tidak bertikai, tetapi komitmen untuk kembali hidup sebagai saudara.
Polda Kalsel Bantu Rp 400 Juta Lebih Bagi Masyarakat NTT
Polda Sultra Bantu Rp 600 Juta Bagi Korban Gempa Bumi Flores
Dua Pekan Bantu Masyarakat Terdampak Gempa Flores, Personil BKO Mabes Polri Kembali Ke Kesatuannya
Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur
Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur