Senin, 10 Agustus 2026

Kapolres TTS Dukung Kembalikan Kejayaan Buah Apel Soe

Imanuel Lodja - Senin, 10 Agustus 2026 16:25 WIB
Kapolres TTS Dukung Kembalikan Kejayaan Buah Apel Soe
ist
Kapolres TTS saat meninjau pohon apel milik warga yang mulai berbuah

digtara.com -Apel Soe yang pernah hilang 30 tahun kini ditemukan kembali. Kabar itu datang dari Desa Bijaepunu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS.

Baca Juga:

Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS), AKBP Kristiyan B. Martino siap mendukung kembalinya kejayaan buah legendaris ini.

Buah legendaris ini sempat punah lebih dari 30 tahun silam dan kini ditemukan kembali tumbuh subur dan berbuah lebat di wilayah tersebut.

Minggu, 9 Agustus 2026, Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino meninjau tanaman apel Soe milik warga setempat, Simon Oematan, yang berhasil tumbuh dan berbuah di pekarangan rumahnya.

Pohon apel Soe ini ditanam sekitar tiga tahun lalu. Bibitnya diperoleh dari Desa Ajaobaki, Kabupaten TTS dan dikembangkan dengan teknik penempelan pada tanaman apel hutan.

Dari sembilan pohon yang ditanam, satu pohon diantaranya kini berhasil berbuah.

Baca Juga:
Pada masa panen terakhir, pohon tersebut menghasilkan sekitar 40 buah apel, dan saat kunjungan dilakukan, masih tersisa tujuh buah yang menggantung di dahan pohon.

Apel Soe sendiri memiliki sejarah panjang dan gemilang di TTS.

Berdasarkan catatan tahun 2021, buah ini dikenal luas dan menjadi kebanggaan masyarakat pada era 1970-an hingga akhir 1980-an.

Pasar Kapan, Kabupaten TTS kala itu menjadi salah satu pusat perdagangan apel Soe yang sangat diminati.

Namun memasuki awal 1990-an, kejayaan apel Soe perlahan meredup, dan sejak tahun 2000-an tanaman ini semakin sulit ditemukan hingga akhirnya dianggap punah.

Keberhasilan tumbuh dan berbuahnya apel Soe di Desa Bijaepunu ini bukan sekadar pertumbuhan satu tanaman semata, melainkan membuka harapan baru untuk membangkitkan kembali potensi buah yang pernah melegenda tersebut.

"Ini adalah potensi daerah yang harus kita dukung. Satu pohon yang berhasil berbuah memang belum dapat menjadi kesimpulan ilmiah, tetapi cukup menjadi alasan kuat untuk mulai melakukan penelitian secara serius. Saya berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta para ahli dapat melihat potensi ini, melakukan riset, dan membantu pengembangannya," ungkap Kapolres TTS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kapolres Pastikan Pelayanan SIM di Satpas 1633 Polres TTS Tanpa Pungli

Kapolres Pastikan Pelayanan SIM di Satpas 1633 Polres TTS Tanpa Pungli

Pasca Pengrusakan Rumah dan Kendaraan, Kapolres TTS Datangi Desa Bena Dam Desa Oebelo-Amanuban Selatan

Pasca Pengrusakan Rumah dan Kendaraan, Kapolres TTS Datangi Desa Bena Dam Desa Oebelo-Amanuban Selatan

Relawan NU Peduli Se-Jateng Bersama Stakeholder Apel Kesiapsiagaan Bencana, Gus Rozin: Kita Tepiskan Perbedaan-perbedaan untuk Kemanusiaan

Relawan NU Peduli Se-Jateng Bersama Stakeholder Apel Kesiapsiagaan Bencana, Gus Rozin: Kita Tepiskan Perbedaan-perbedaan untuk Kemanusiaan

Ini Pesan Kapolres TTS Bagi 49 Anggota Polri Yang Naik Pangkat

Ini Pesan Kapolres TTS Bagi 49 Anggota Polri Yang Naik Pangkat

Kapolres TTS Bantu Mesin Pendingin Bagi Pelaku Usaha di Wilayah Pesisir

Kapolres TTS Bantu Mesin Pendingin Bagi Pelaku Usaha di Wilayah Pesisir

Apresiasi Prestasi Siswa di Kabupaten TTS, Kapolda NTT Salurkan Bantuan Transportasi

Apresiasi Prestasi Siswa di Kabupaten TTS, Kapolda NTT Salurkan Bantuan Transportasi

Komentar
Berita Terbaru