Polri-AFP dan PNTL Bertemu di Belu Bahas Sinergitas Penanganan Kejahatan Transnasional
Baca Juga:
"Kehadiran delegasi AFP dan PNTL menunjukkan keseriusan kita bersama dalam menjaga keamanan kawasan. Mari manfaatkan pertemuan ini untuk menghasilkan rencana aksi konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan," katanya.
Federal Agent AFP Dili, Sarah Hammond mengatakan bahwa Australia, Indonesia dan Timor Leste merupakan kawasan yang saling terhubung secara geografis sehingga ancaman keamanan di satu negara akan berdampak terhadap negara lainnya.
Ia menyebutkan bahwa AFP saat ini memfokuskan perhatian pada tiga ancaman utama, yakni penyelundupan manusia dan perdagangan orang, peredaran narkotika, serta penyelundupan bahan kimia ilegal.
"Kami melihat jaringan kejahatan masih menjadikan jalur laut dan darat di wilayah kita sebagai sasaran melalui Timor Leste dan NTT sebagai jalur transit menuju Australia. Ancaman ini tidak dapat kami hadapi sendiri. Karena itu kerja sama trilateral seperti ini sangat penting dan strategis," ujar Sarah Hammond.
Baca Juga:AFP, lanjutnya, berkomitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan Polri dan PNTL dalam memperkuat kapasitas penanganan kejahatan lintas negara melalui pertukaran informasi maupun dukungan operasional.
Hal senada disampaikan Chief Superintendent Border Police Unit PNTL Calisto Gonzaga yang mengungkapkan bahwa tantangan di wilayah perbatasan saat ini meliputi perdagangan orang, penyelundupan manusia, penyelundupan barang ilegal, narkotika hingga pelintas batas tanpa dokumen resmi.
Karena itu, PNTL berharap forum trilateral tersebut mampu menghasilkan penguatan pertukaran informasi intelijen, peningkatan patroli bersama, operasi gabungan, serta peningkatan kapasitas personel di lapangan.
Megiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai persoalan aktual di wilayah perbatasan.
Polres Belu dan PNTL mengemukakan masih maraknya aksi pencurian ternak, pencurian kendaraan bermotor, penyelundupan orang dan barang melalui jalur laut maupun jalur tikus yang memerlukan penanganan bersama.
"Kami sependapat bahwa kunci penyelesaian bukan hanya penindakan, tetapi percepatan pertukaran informasi dan penguatan sinergitas di tingkat lapangan. Seluruh hasil pembahasan akan kami sampaikan kepada Kapolda NTT beserta jajaran sebagai bagian dari penguatan kerja sama kepolisian lintas negara," jelas Kombes Pol. Juara.
Ia berharap seluruh kesepakatan yang lahir dari forum tersebut dapat diwujudkan dalam aksi nyata guna meningkatkan keamanan masyarakat di kawasan perbatasan.
"Kami dari Divhubinter Polri bersama Polda NTT berharap kesepakatan yang dihasilkan merupakan bentuk nyata sinergi Polri, PNTL dan AFP dalam memerangi serta menangani berbagai bentuk kejahatan transnasional di wilayah perbatasan," tegasnya.
Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Trilateral Meeting yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi kepolisian tiga negara.
Baca Juga:"Kegiatan ini merupakan implementasi nyata komitmen Polri dalam memperkuat kerja sama internasional, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Kapolda NTT menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, AFP dan PNTL harus terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif, pertukaran informasi yang cepat serta koordinasi yang efektif agar setiap potensi ancaman kejahatan transnasional dapat dideteksi dan ditangani secara dini," ujar Kombes Pol. Henry Novika Chandra.
Pindah Ke Itwasum Polri, Kombes Enrico Silalahi Serahkan Jabatan Irwasda ke Kapolda NTT
Pelaku Pencurian Diamankan Tim Resmob Polres TTS
Dua Kali Mangkir Dipanggil Sebagai Saksi Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa, Kades di Sumba Barat Daya Dijemput Polisi
Tumpahan Minyak Cemari Perairan Semau, Direktur Polairud Polda NTT Terjunkan Tim
Satresnarkoba Polres Ende Bongkar Jaringan Peredaran Ganja, Satu Pelaku Masih Buron