Rabies Ancam Warga di Amfoang Utara, Polisi dan Masyarakat Musnahkan Anjing Rabies
digtara.com -Virus rabies masih menghantui warga di Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT.
Baca Juga:
Anjing ini berkeliaran di RT 007/RW 004, Dusun III, Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang pada Minggu (21/6/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Bripka Nikolaus Yupin bersama Ketua RT 06, Benyamin Nompetus dan anggota BPD Desa Fatunaus. Milgat Baitanu ke lokasi penemuan anjing di area lahan kosong yang dipenuhi semak-semak.
Saat dilakukan pengecekan, ditemukan seekor anjing kampung warna coklat muda dengan kondisi tubuh kurus, mulut berbusa, air liur terus menetes, mata terlihat sayu, berjalan sempoyongan serta menunjukkan perilaku agresif saat didekati.
Kondisi tersebut mengarah pada gejala klinis rabies.
Baca Juga:Untuk mencegah risiko penularan, petugas segera mengamankan lokasi serta mengimbau warga dan anak-anak agar tidak mendekati hewan tersebut.
Bhabinkamtibmas melakukan pendataan dan wawancara terhadap warga sekitar guna mengetahui kepemilikan anjing tersebut.
Dari hasil klarifikasi diketahui anjing tersebut dipelihara oleh Yesaya Konkase (42), seorang petani yang tinggal di RT 007/RW 004, Dusun III, Desa Fatunaus.
Pemilik mengakui bahwa anjing tersebut sering berkeliaran di sekitar rumah dan belum pernah mendapatkan vaksin rabies.
Bhabinkamtibmas kemudian berkoordinasi dengan paramedis veteriner Kecamatan Amfoang Utara, Aderias Adu, yang menyarankan tindakan cepat mengingat hewan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Proses tersebut disaksikan Ketua RT, anggota BPD dan sejumlah warga.
Usai dieksekusi, Bripka Nikolaus Yupin memimpin pengamanan lokasi dan memastikan seluruh proses penanganan bangkai dilakukan sesuai prosedur kesehatan.
Warga dilarang menyentuh bangkai secara langsung, kemudian dilakukan penggalian lubang sedalam sekitar satu meter di lokasi yang jauh dari sumber air.
Bangkai anjing dimasukkan ke dalam karung sebelum dikuburkan di lahan kosong milik pemilik anjing.
Bripka Nikolaus Yupin juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies.