Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (15/6/2026). Pelaku pasar memperkirakan rupiah akan berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.
Baca Juga:
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Menurutnya, meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat mengurangi volatilitas pasar keuangan global dan mendorong aliran modal kembali masuk ke aset-aset berisiko.
Selain faktor eksternal, kondisi domestik yang relatif stabil juga memberikan dukungan terhadap pergerakan rupiah. Situasi sosial dan politik yang dinilai kondusif membuat kepercayaan investor tetap terjaga.
"Rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan apabila sentimen positif terkait upaya perdamaian AS dan Iran tetap berlanjut. Namun, pasar tetap perlu mencermati perkembangan geopolitik yang dapat berubah sewaktu-waktu dan memengaruhi ekspektasi investor," ujar Lukman.
Baca Juga:Pelaku pasar juga akan menaruh perhatian pada agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Bank sentral diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi tekanan dari ketidakpastian global.
Langkah tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik sekaligus memperkuat sentimen positif terhadap mata uang nasional.
Dengan kombinasi dukungan sentimen global dan kebijakan moneter dalam negeri, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Potensi penguatan masih terbuka apabila optimisme terhadap proses perdamaian di Timur Tengah terus berlanjut dan kondisi pasar tetap kondusif.
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Menguat ke Rp17.944 per Dolar AS, Didukung Sentimen Domestik
Rupiah Diproyeksikan Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksikan Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak ke Rp18.350 per Dolar AS