Minggu, 26 Juli 2026

Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri

Imanuel Lodja - Sabtu, 13 Juni 2026 14:00 WIB
Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri
net
Ilustrasi.
Sementara ABZD ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dalam kondisi kaku dan pada hidung korban terdapat cairan.

Baca Juga:

NM syok melihat anak dan cucunya meninggal sehingga ia berteriak memanggil warga sekitar untuk menghubungi pihak kepolisian dan tenaga medis terdekat.

Anggota Bhabinkamtibmas dan petugas apuskesmas pun datang dan keluarga korban meminta untuk menurunkan korban YGRD.

Di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan satu kotak berisi obat-obatan medis dan sebuah kayu dekat jendela.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Lawir, dr. Netralman Tn Buulolo terhadap fisik jenazah korban ditemukan pada korban YGRD luka lebam di leher dan bekas jeratan tali.

Korban juga dipastikan meninggal dunia murni gantung diri dan tidak ditemukan tanda kekerasan.

Baca Juga:
Sementara korban ABZD meninggal karena kekurangan oksigen.

Diduga korban ABZD terlebih dahulu dibekap oleh korban YGRD menggunakan tangan menutup hidung dan mulut korban hingga korban tidak bisa bernafas dan meninggal dunia.

Diduga kuat korban YGRD nekat gantung diri dan mengakhiri hidup anaknya (korban ABZD) karena merasa depresi dengan permasalahan dalam keluarga.

Saat ini korban YGRD sedang dalam masa gugatan perceraian yang dilaporkan oleh istrinya.

YGRD dan istrinya sudah lama tidak tinggal serumah. Korban YGRD kemudian memutuskan untuk membawa anaknya (korban ABZD( kembali ke kampung ke rumah orang tuanya beberapa waktu lalu

Semenjak itu, korban ABZD sudah tidak masuk sekolah lagi karena selama ini sekolah di salah satu sekolah dasar di daerah Borong.

Saat polisi melakukan olah TKP, di kamar korban YGRD ditemukan tiga jenis obat masing-masing Cotrimoxazole (antibiotik pembunuh Virus), Hugadon (anti muntah), dan obat program.

Korban YGRD merupakan pasien yang selama ini mengkonsumsi obat yang dikuatkan dengan ditemukan tiga jenis obat-obatan tersebut

"Diduga kuat korban YGRD sebelum gantung diri, terlebih dahulu membunuh anaknya dengan cara membekap mulut dan hidung korban ABZD hingga korban meninggal dunia. kemudian korban YGRD gantung diri," ujar Kapolres Manggarai Timur, AKBP Harianto melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Zacky Shodri saat dikonfirmasi pada Sabtu (13/6/2026).

Dari hasil Visum Et Repertum pada kedua korban, diduga korban sudah meninggal dunia diperkirakan pukul 14.00 wita hingga pukul 16.00 Wita.

Baca Juga:
Diduga kuat kalau korban YGRD memiliki sejumlah persoalan termasuk masalah ekonomi dan gugatan cerai sang istri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mobil Toyota Rush Rusak Parah Tertimpa Pohon

Mobil Toyota Rush Rusak Parah Tertimpa Pohon

Kasus Perzinahan di Manggarai Timur Diselesaikan Dengan Mekanisme Restorative Justice

Kasus Perzinahan di Manggarai Timur Diselesaikan Dengan Mekanisme Restorative Justice

Mantan Panitera di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kos

Mantan Panitera di Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Kos

KPK Mengajar Hadir di Kupang Bangun Generasi Antikorupsi dari Ruang Kelas

KPK Mengajar Hadir di Kupang Bangun Generasi Antikorupsi dari Ruang Kelas

Kunker ke NTT, Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi Bidang Hukum, Imigrasi, Pemasyarakatan dan HAM

Kunker ke NTT, Komisi XIII DPR RI Serap Aspirasi Bidang Hukum, Imigrasi, Pemasyarakatan dan HAM

Polres Sumba Barat Daya Kembali Tindak Penjual BBM Bersubsidi Tanpa Izin Resmi

Polres Sumba Barat Daya Kembali Tindak Penjual BBM Bersubsidi Tanpa Izin Resmi

Komentar
Berita Terbaru