Diduga Akibat Kontaminasi Bakteri, Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten TTS Jadi KLB
digtara.com -Sebanyak 43 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan di wilayah Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Mereka diantar oleh guru setelah mengalami gejala usai mengonsumsi makanan MBG sehari sebelumnya, Rabu (29/4).
Kepala Dinas Kesehatan TTS dr. Ria Tahun langsung menugaskan Tim Respon Cepat (TRC) untuk melakukan investigasi epidemiologi.
Baca Juga:Tim tiba di Puskesmas Panite dan segera melakukan penanganan serta penelusuran ke dapur penyedia MBG, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bena.

43 Kasus, Mayoritas Siswa SMA
Sebagian besar kasus berasal dari SMA Negeri 1 Amanuban Selatan (38 orang), sementara sisanya dari SD GMIT Panite dan SD Inpres Tuapanan.
Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah diare (86%), sakit perut (65%), mual (35%), dan pusing (28%). Beberapa pasien juga mengalami muntah, lemas, dan nyeri ulu hati.
Baca Juga:Seluruh pasien ditangani di Posko Puskesmas Panite. Hingga pukul 18.00 WITA, sebanyak 27 pasien telah dipulangkan, sementara 16 lainnya masih dalam perawatan, sebagian besar dengan infus.
Diduga Akibat Kontaminasi Bakteri
Berdasarkan hasil investigasi sementara, masa inkubasi gejala berkisar antara 2 hingga 27 jam setelah konsumsi makanan.
Bukan Hanya Siswa, Guru Dan Pegawai SD GMIT Panite dan SMA Negeri 1 Panite Pun Jadi Korban MBG
Gerak Cepat Polres TTS Evakuasi Siswa Korban Keracunan MBG
Siswa SMA di Cibal-Manggarai Heboh dengan Penemuan Benda Diduga Janin Manusia
Total Siswa Keracunan MBG Di Sumba Barat Daya Sebanyak 120 Orang
34 Siswa SMPN 1 Laguboti Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis (MBG)