Senin, 30 Maret 2026

Cegah Virus Leptospirosis, Kadinkes NTT Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Imanuel Lodja - Senin, 30 Maret 2026 10:35 WIB
Cegah Virus Leptospirosis, Kadinkes NTT Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
ist
Flyer penanganan penyakit Leptospirosis

digtara.com -Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai virus penyakit leptospirosis yang dapat menular melalui air yang terkontaminasi kencing tikus.

Baca Juga:

Penyakit ini berisiko tinggi terjadi terutama saat musim hujan dan banjir.

Kepala Dinas Kesehatan NTT, Ruth Diana Laiskodat, menegaskan bahwa leptospirosis merupakan penyakit infeksi bakteri yang masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka atau selaput lendir saat kontak dengan air tercemar.

"Bakteri leptospira dapat masuk melalui kulit yang lecet atau melalui mata, hidung, dan mulut, terutama saat seseorang kontak dengan genangan air, lumpur, atau lingkungan yang terkontaminasi urine tikus," jelas Ruth melalui flyer yang diterima wartawan pada akhir pekan lalu.

Baca Juga:
Disebutkan kalau aktivitas di lingkungan seperti selokan, sawah, sungai, maupun daerah yang tergenang air menjadi faktor risiko utama penularan penyakit tersebut.

Menurutnya, masyarakat perlu mengenali gejala awal leptospirosis agar dapat segera mendapatkan penanganan medis.

Gejala yang sering muncul antara lain demam tinggi mendadak disertai menggigil, nyeri otot terutama di bagian betis dan punggung, serta sakit kepala hebat.

"penderita juga bisa mengalami mata kemerahan, mual, muntah, diare, bahkan penurunan nafsu makan. Pada kondisi yang lebih berat, dapat terjadi kulit dan mata menguning," tambahnya.

Kadinkes menegaskan bahwa leptospirosis bukan penyakit ringan dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut.

Baca Juga:
"Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi hingga kematian," ujarnya.

Untuk mencegah penularan, Dinas Kesehatan NTT mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Diantaranya dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas, serta menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu boots saat membersihkan lingkungan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Atasi Kemacetan Pasca Jembatan Amblas, Jalur Altermatif Dibuka Dengan Sistem One Way

Atasi Kemacetan Pasca Jembatan Amblas, Jalur Altermatif Dibuka Dengan Sistem One Way

Oknum Anggota Dewan Diamankan Polisi Bersama Pasangannya

Oknum Anggota Dewan Diamankan Polisi Bersama Pasangannya

Patroli Malam Minggu, Anggota Ditsamapta Polda NTT Amankan Sopir Mobil Rental Yang Lecehkan Penumpang

Patroli Malam Minggu, Anggota Ditsamapta Polda NTT Amankan Sopir Mobil Rental Yang Lecehkan Penumpang

Dihajar Massa, Pelaku Pemerkosaan Gadis Disabilitas Di Kupang Diselamatkan Tim Resmob Polda NTT

Dihajar Massa, Pelaku Pemerkosaan Gadis Disabilitas Di Kupang Diselamatkan Tim Resmob Polda NTT

Patroli di Kota Kupang, Dit Samapta Polda NTT Amankan Pemuda Mabuk Miras dan Tangani Aksi Kekerasan

Patroli di Kota Kupang, Dit Samapta Polda NTT Amankan Pemuda Mabuk Miras dan Tangani Aksi Kekerasan

Anggota TNI AD Dicopot Karena Terlibat Kasus Pencabulan, Begini Penjelasan Polda NTT Terkait Pembatalan SKCK

Anggota TNI AD Dicopot Karena Terlibat Kasus Pencabulan, Begini Penjelasan Polda NTT Terkait Pembatalan SKCK

Komentar
Berita Terbaru