Terseret Arus Sungai, Warga Kota Kupang Ditemukan Meninggal di Amfoang Utara
digtara.com -Warga di Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT heboh dengan penemuan jasad seorang pria di aliran Kali atau Sungai Faisani, RT 012 RW 005 Dusun IV, Minggu (15/3/2026) petang.
Baca Juga:
Penemuan jasad tersebut bermula sekitar pukul 10.00 WITA ketika seorang warga, Alfret Naitasi (24), sedang mencari daun untuk memberi makan sapi peliharaannya di sekitar lokasi sungai.
Saat tiba di lokasi, Alfret melihat seorang pria sudah dalam keadaan terbujur kaku di atas semak-semak bambu dan kayu di aliran sungai.
Baca Juga:Alfret segera kembali ke perkampungan untuk memberitahukan kejadian itu kepada warga lainnya, termasuk Dison Kebos (41).
Bersama beberapa warga, mereka kemudian turun kembali ke lokasi untuk memastikan keadaan korban.
Namun warga tidak mengenali identitas pria tersebut sehingga informasi tersebut dilaporkan kepada Ketua RT 12, Yakob Kebos dan selanjutnya diteruskan kepada Kepala Desa Fatunaus, Joni Adu.
Di lokasi kejadian, keluarga yang datang kemudian mengenali korban sebagai Yeri Tamelab.
Dari keterangan keluarga diketahui bahwa korban berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) namun saat ini tinggal dan mengontrak rumah di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.
Baca Juga:Korban diketahui berangkat dari Kota Kupang pada Sabtu pagi (14/3/2026) sekitar pukul 06.00 WITA menggunakan sepeda motor trail jenis Honda CRF menuju Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut untuk bertemu dengan ayah mertuanya.
Namun sejak Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WITA korban sudah tidak dapat dihubungi oleh keluarganya.
Setelah jenazah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Naikliu untuk pemeriksaan luar, personel Polsek Amfoang Utara kembali ke lokasi untuk mencari sepeda motor yang digunakan korban.
Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 24 jam sebelum ditemukan.
Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka di antaranya luka terbuka pada bagian depan kepala sekitar 5 x 4 centimeter serta luka terbuka pada bagian belakang kepala sekitar 2 x 4 centimeter.
Baca Juga:Selain itu terdapat luka lecet pada lengan kanan, bagian perut, pinggang kiri dan pantat kanan.
Wajah korban juga mengalami pembengkakan dan memar, sementara leher bagian kanan serta pinggang kanan diduga mengalami patah.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan terhadap pemeriksaan dalam atau autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi.
Dari analisa sementara, korban diduga meninggal dunia akibat terseret arus banjir ketika mencoba menyeberangi kali menggunakan sepeda motor, mengingat beberapa hari terakhir wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi sehingga debit air sungai meningkat.
Baca Juga:Jenazah korban selanjutnya dibawa oleh pihak keluarga dari Rumah Sakit Pratama Naikliu untuk dipulangkan ke Kota Kupang dan dimakamkan.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi sungai atau jalur yang rawan banjir terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
195 Personel Polda NTT Perkuat Pengamanan Hari Raya di Kota Kupang
Banjir Meluap, Siswa di Amfoang Utara Harus Menunggu Air Surut Hingga Lapar
Eksploitasi Anak Dibawah Umur, Polisi Amankan Pelaku dan Dua Gadis Remaja
Jual Sepeda Motor Milik Mertua Untuk Senang-Senang, Residivis di Kota Kupang Diamankan Polisi Saat Nongkrong di Cafe
Pemulung di Kota Kupang Ditemukan Meninggal Dalam Gubuknya