Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan
Imanuel Lodja - Selasa, 03 Maret 2026 12:40 WIB
ist
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan
"Partisipasi ini merupakan wujud kolaborasi antara pengelola kawasan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga sekitar," tandasnya.
Ke depan, BBKSDA NTT membuka ruang penguatan dan pengembangan keterlibatan masyarakat melalui proses penyusunan dokumen pengelolaan kawasan, seperti zonasi, Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP), serta rencana tapak.
Dia mengatakan, mayoritas masyarakat Fatumnasi sejak awal menolak status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional. Proses penetapan status tersebut tidak melalui sosialisasi memadai kepada masyarakat adat
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Baca Juga:
Partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara upaya konservasi dan pelestarian budaya lokal.
BBKSDA NTT menghargai aspirasi masyarakat sebagai bagian dari kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan dan nilai-nilai budaya.
Baca Juga:"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan, edukasi kepada pengunjung, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan tokoh adat guna memastikan bahwa aktivitas wisata di kawasan Taman Nasional Mutis Timau berjalan selaras dengan prinsip konservasi dan kearifan lokal," ujarnya
Sebelumnya, tokoh pemuda Fatumnasi, Niko Rihi mengaku kecewa dengan Mutis sejak ditetapkan menjadi Taman Nasional pada 2024.
"Kami menangis, marah, resah dan cemas karena banyak pengunjung membuang sampah sembarangan. Sumber mata air penuh kotoran.Biaya masuk diambil BKSDA ke pusat sementara kami hanya dapat sampah," tandas Niko.
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang
Lansia di Flores Timur Dianiaya Dua Pemuda
Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota
Dibantu Istri Yang Kerja di SPBU, Guru di Sumba Barat Daya Timbun BBM di Rumah Tanpa Izin Resmi
Masalah Ternak Domba, Warga Rote Ndao Tewas Ditebas dengan Parang
Puluhan Kali Curi Uang di Salon, Pekerja Salon di Kupang Dipolisikan
Komentar