Sempat Jalani Perawatan Medis, Terduga Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Sikka NTT Kabur Saat Dirawat di Rumah Sakit
digtara.com -SG, terduga pelaku utama dalam kasus kematian tragis STN, siswa SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kabupaten Sikka, NTT dikabarkan melarikan diri dari penjagaan polisi, Jumat (27/2/2026) sore.
Baca Juga:
Informasi mengenai kaburnya SG pertama kali terendus dari pihak keluarga korban. Polikarpus Heret, perwakilan keluarga korban, menyampaikan kekecewaannya.
Menurut Polikarpus, SG memanfaatkan momentum pemeriksaan kesehatan di RSUD Tc Hillers Maumere untuk melarikan diri.
Baca Juga:"Pelaku kabur dengan menumpang ojek. informasi yang kami terima, ia sempat menuju ke rumah keluarganya di Nebe. Sekarang posisinya sudah tidak tahu," ungkap Polikarpus, Jumat (27/2/2026) malam.
Pihak keluarga menyayangkan lemahnya pengamanan terhadap tersangka kasus kriminal berat tersebut.
Aparat Polres Sikka mengamankan dua orang terduga pelaku terkait kematian tragis STN (14), pelajar kelas II SMP yang ditemukan di Kali Watuwogat, Desa Rubit, Kabupaten Sikka.
Sementara itu, FGR (anak), diamankan di rumah keluarganya di Kampung Wolotopo, Kabupaten Ende, pada Selasa siang.
FGR diketahui merupakan siswa kelas IX SMP MBC Ohe atau kakak kelas dari korban. Korban dilaporkan hilang setelah pamit mengambil gitar di rumah FGR.
Baca Juga:Kepala Desa Rubit, Polikarpus Heret mengungkapkan bahwa dua orang yang diamankan polisi adalah warganya sendiri, yakni SG (40) dan anaknya, FGR (16).
"Keduanya merupakan bapak dan anak yang selama ini tinggal di Kampung Woloklereng, Desa Rubit. Saat ini keduanya sudah dibawa ke Mapolres Sikka," ungkap Polikarpus, Kamis 26 Februari 2026.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Jumat (20/2/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Tc. Hillers Maumere, korban diduga kuat merupakan korban penganiayaan berat sebelum akhirnya tewas.
STN (14), pelajar kelas II SMP MBC Ohe, Kabupaten Sikka, NTT sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (20/2/2026).
Baca Juga:Ia pamit dari rumahnya di Dusun Romanduru, Kabupaten Sikka untuk mengambil gitar yang dipinjam seorang teman.
Jarak rumah korban dengan rumah yang dituju hanya sekitar 500 meter—jarak yang bagi warga setempat bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan.
Namun hingga Jumat petang, korban tanpa kabar. Hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kembali.
Kasus 13 LC di Kabupaten Sikka, LPSK Minta Kapolda NTT Tambahkan UU TPKS
Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya
Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka
Diduga Terlibat Kematian Pelajar SMP di Sikka-NTT, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku
Tiga Hari Hilang, Siswi SMP Diduga Korban Penganiayaan di Sikka Ditemukan Meninggal Dalam Kali