Jumat, 10 Juli 2026

Viral di Medsos Lauk MBG di Kupang Dipenuhi Ulat

Imanuel Lodja - Selasa, 24 Februari 2026 14:30 WIB
Viral di Medsos Lauk MBG di Kupang Dipenuhi Ulat
ist
Viral di Medsos Lauk MBG di Kupang Dipenuhi Ulat

digtara.com -Sebuah video viral di media sosial terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang, NTT.

Baca Juga:

Video viral memperlihatkan dugaan daging berulat dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa di SD Negeri Nekon, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Video berdurasi sekitar 40 detik tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memicu kekhawatiran luas masyarakat terkait standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam rekaman itu, seorang ibu memperlihatkan isi kotak makanan sambil menyoroti potongan daging yang diduga mengandung belatung.

Baca Juga:
"Ini lihat ulat semua di daging. Anak-anak makan ini," terdengar suara perekam dalam video yang kini ramai diperbincangkan warganet.

Narasi dalam video menyebutkan bahwa paket makanan tersebut tidak hanya didistribusikan ke SD Negeri Nekon, tetapi juga ke Posyandu Oebaha di Desa Tornaku, Kabupaten Kupang.

Viralnya dugaan daging berulat dalam program MBG menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan.

Program MBG dirancang sebagai intervensi strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, mencegah stunting, serta mendukung konsentrasi belajar siswa.

Sejumlah warga menyampaikan kekecewaan dan mendesak penyelenggara program untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas dan kelayakan makanan.

Mereka menilai, standar higienitas, proses penyimpanan bahan makanan, hingga pengolahan harus diawasi secara ketat dan berlapis.

Baca Juga:
"Kalau memang ini program untuk kebaikan anak-anak, jangan sampai justru membahayakan kesehatan mereka," ujar salah satu orang tua siswa.

Munculnya video viral MBG SD Negeri Nekon ini memicu desakan publik agar dilakukan audit menyeluruh dan transparan terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kupang.

Masyarakat mempertanyakan efektivitas sistem kontrol mutu yang seharusnya menjadi bagian integral dalam setiap rantai distribusi makanan, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi ke sekolah dan posyandu.

Para pemerhati kesehatan masyarakat menilai, aspek keamanan pangan merupakan prasyarat fundamental dalam program intervensi gizi.

Tanpa standar sanitasi yang ketat dan pengawasan rutin, risiko kontaminasi dapat terjadi, baik akibat penyimpanan yang tidak sesuai, keterlambatan distribusi, maupun kelalaian dalam proses pengolahan.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi

Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak

Ditemukan Tersesat di Pasar, Polsii Bantu Pulangkan Seorang Lansia

Ditemukan Tersesat di Pasar, Polsii Bantu Pulangkan Seorang Lansia

Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT

Puluhan Keluarga di Takari Dapat Bansos dari Kapolda NTT

Pembangunan Pagar SDI Liliba Diprotes Warga, Polisi Dan Kelurahan Turun Tangan

Pembangunan Pagar SDI Liliba Diprotes Warga, Polisi Dan Kelurahan Turun Tangan

Komentar
Berita Terbaru